loading...

19 September 2016
Ketentuan Hukum bagi Orang yang Mengakses Email Orang Lain Tanpa Izin
Ketentuan Hukum bagi Orang yang Mengakses Email Orang Lain Tanpa Izin

Sebelumnya, penulis ingin memberikan gambaran mengenai Email yang dimaksud. Email yang dimaksud secara sederhana merupakan sebuah program yang terdapat di perangkat elektronik yang tersambung dengan internet yang memungkinkan bagi penggunanya dalam mengirimkan pesan teks melalui internet tersebut. Jadi orang-orang tidak perlu lagi menggunakan kantor pos untuk mengirim pesannya, dan disini bentuk pesannya pun berbentuk digital. Seperti dengan namanya yaitu Email jika dilihat terminologinya berasal dari kata Electronic mail, Yaitu surat elektronik.

Bentuk programnya sendiripun adalah berbentuk program yang diakses di perangkat elektronik seperti mobilephone, laptop, dan segala perangkat lainnya yang dapat mengakses email tersebut. Lalu didalam program tersebut meminta setiap calon pengguna nya untuk membuat suatu akun yang nantinya akan menjadi identitas penggunanya, dan nantinya akan menggunakan akun tersebut untuk mengirim pesannya. Akun tersebut pun dilindungi oleh kode password, yang bertujuan untuk memberikan perlindungan privasi atas aktifitas pesan-memesan. Karena kita tidak dapat memungkiri bahwa dalam pesan-pesan tersebut akan terdapat hal yang bersifat pribadi dan tidak ingin diketahui oleh pengguna yang lain.

Lalu dewasa ini terdapat sebuah perilaku sesama pengguna Email tersebut yaitu mengakses email dari pengguna lain tanpa izin, yang tujuannya pun bervariasi, untuk kepentingan politik, dan lain-lain. Lalu apakah akses tanpa izin tersebut diperbolehkan? Dan apa ketentuan hukumnya.
Menurut analisis penulis, akses tanpa izin tersebut tidak diperbolehkan. Email, menurut penulis dapat kategorikan sebagai privasi, secara sederhana saja kita melihat untuk apa para penggunanya diberikan password dalam mengakses akunnya, maka hal tersebut menunjukkan bahwa email itu sendiri bersifat rahasia dan privasi, dan hal ini pun didukung oleh statement dari Randy Arninto menyatakan bahwa Email itu sendiri merupakan privasi (hak pribadi) setiap orang, yang berbentuk tulisan, gambar, perilaku, karakter ataupun informasi lainnya.

Ketentuan Hukum mengenai privasi (hak pribadi) itu sendiri dilindungi oleh UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik di dalam pasal 26 ayat (1) yang isinya berbunyi: “ Kecuali ditentukan lain oleh Peraturan Perundang-undangan, penggunaan, setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan”

Dari pasal tersebut dapat dimaknai bahwa hal-hal yang menyangkut pribadi dalam hal ini privasi dan spesifiknya lagi yaitu email, maka seseorang tersebut baru bisa mengaksesnya ketika telah memiliki persetujuan dari orang yang memiliki akun tersebut.

Adapun bentuk pelanggarannya pun diatur di dalam pasal 30 yang intinya menjelaskan mengenai mengakses email orang lain tersebut tanpa izin dan kemudian hal tersebut disebut perbuatan yang melanggar hukum, dan bagi pelakunya akan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan pasal 46 yaitu pidana penjara paling lama 6 hingga 8 bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 600 – 800 juta.

Posted in Featured, Legal-X
Write a comment