5 Alasan Kenapa Kamu Harus Jadi Advokat


Guys, kamu mahasiswa hukum dan bingung mau lanjut kemana setelah sarjana ? Tenang ! Profesi advokat bisa jadi pilihan yang tepat buat kamu ambil. Why ? Ini alasannya:

  1. Advokat itu profesi yang terhormat (officium nobile).

    Perlu teman-teman ketahui kalau kehormatan advokat diperoleh sebab advokat merupakan salah satu PENEGAK HUKUM ! Yap, ini berarti advokat sederajat posisinya dengan seorang polisi, jaksa, dan hakim. Hal ini diatur loh guys dalam Pasal 5 UU Advokat dan Pasal 8 Kode Etik Advokat.

  2. Fee advokat tergantung kesepakatan.

    Advokat itu profesi yang mandiri guys, tidak menerima sedikit pun uang dari negara, beda dengan polisi, jaksa, dan hakim yang digaji oleh negara. Oleh karena itu fee atau keuntungan advokat tergantung kesepakatannya dengan klien. So, gak usah heran klo kamu lebih sering liat advokat naik ferrari dibandingin jaksa sama hakim hihihihi.

  3. Advokat itu profesi mulia.

    Bayangin kalo ada orang miskin yang sakit, trus dikasih obat gratis sama dokter, mulia gak dokternya ? Nah sekarang bayangin kalo orang miskin itu digusur rumahnya secara sewenang-wenang, trus advokat bantu dia secara gratis biar dapat haknya kembali, mulia gak advokatnya ? Bedanya dokter gak punya kewajiban hukum buat kasih obat gratis, sedangkan Pasal 22 ayat (1) UU Advokat mewajibkan advokat memberikan bantuan hukum GRATIS sama orang yang tidak mampu.

  4. Advokat itu multitalent.

    Beda dengan jaksa dan hakim yang diwajibkan mengambil bidang kekhususan, advokat dapat meningkatkan ilmunya di segala bidang hukum guys. Kamu bisa jadi advokat yang paham hukum bisnis sekaligus mampu beracara dalam peradilan pidana, agama, dan tata usaha negara. Ini bukan buat sia-siaan, tapi agar kamu tidak terjebak dalam satu jenis perkara guys.

  5. Kamu akan jadi pembicara sekaligus penulis yang baik

    Pernah liat kan advokat-advokat di tv saling adu argumen ? Mampu meyakinkan orang lain dengan berbicara yang elegan dan tidak terbantahkan, itulah skill wajib yang bakalan kamu miliki sebagai seorang advokat guys. Selain itu kamu bakalan dituntut buat mampu menulis dengan baik, karena legal opinion, legal brief, gugatan, dan sebagainya merupakan makanan harian advokat.

Jadi tunggu apa lagi, cepat sarjana, ikut PKPA, berusaha buat lulus UPA, tunggu umur 25 tahun, and congratulation, you are advocate !!!

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
1
Cry
Cute Cute
2
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
4
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
ZAINUL ALIM, S.H
-und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein- Penulis merupakan alumni dari kampus almamater merah Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Sejak kuliah penulis aktif di dunia organisasi, pernah menjabat sebagai Sekbid PTKP HmI Kom. Hukum Unhas, Dept. Litbang HLSC, dan Pendiri Organ Studi Dan Aktualisasi Pancasila (ORASI) serta Pendiri Bosowa Royal Justice Society Universitas Bosowa. Selain itu penulis juga sering mengikuti lomba Moot Court Competition dan Debat Hukum tingkat nasional. Di CSH sendiri penulis merupakan Head of Research and Development Division, sembari menjalankan hobinya sebagai Lawyer di Zirah Law Firm.

Comments 0

Masuk ke akun Anda

Don't have an account?
Daftar menjadi member baru

Reset Password

Daftar menjadi member baru

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles