loading...

3 October 2016
Pentingnya Mencermati Daftar Negatif Investasi

Investasi itu dapat diartikan dengan penanaman modal. Dalam hal adanya penanaman modal asing, menunjukkan bahwa motif penanam modal asing menanamkan modalnya di suatu negara adalah mencari keuntungan. Keuntungan tersebut diperoleh dari berbagai macam faktor:

  1. Upah buruh murah
  2. Dekat dengan sumber bahan mentah
  3. Menemukan pasar baru
  4. Royalti dari alih teknologi
  5. Penjualan bahan baku dan suku cadang
  6. Status khusus Negara Negara tertentu dalam perdagangan internasional

Dengan adanya modal asing yang masuk dalam bentuk penanaman modal diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tak hanya daripada itu, hal lain yang bisa di dapatkan adalah menciptakan lapangan kerja baru, berkembangnya industri subtitusi import guna menghemat devisa, mendorong ekspor nonmigas untuk menghasilkan devisa, alih teknologi, membangun prasarana, dan mengembangkan daerah yang tertinggal. Hampir semua negara di dunia selalu berlomba lomba menarik penanam modal asing untuk menanamkan modal di negaranya, begitu pula halnya dengan Indonesia.

Investasi sendiri menurut kamus hukum ekonomi berarti penanaman modal yang biasanya dilakukan untuk jangka panjang misal berupa pengadaan aktiva tetap perusahaan atau membeli sekuritas dengan maksud untuk memperoleh keuntungan. Adapun pengertian lain yang berasal dari dalam undang undang, penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia (pasal 1 angka 1 Undang Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal).

Kaitannya dengan hal diatas, terdapat ketentuan mengenai daftar bidang usaha yang tertutup dan terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal atau biasa disebut dengan Daftar Negatif Investasi. Hal tersebut diatur didalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal yang diundangkan pada Lembar Negara tanggal 18 Mei 2016 lalu, guna menggantikan Perpres Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Pengertian bidang usaha berdasarkan Perpres 44/2016 adalah segala bentuk kegiatan usaha yang dilakukan untuk memproduksi barang atau jasa pada sektor sektor ekonomi. Adapun bidang usaha dalam kegiatan penanaman modal terdiri atas:

  1. Bidang Usaha Yang Terbuka, merupakan bidang usaha yang dilakukan tanpa persyaratan dalam rangka penanaman modal.
  2. Bidang Usaha Yang Tertutup, merupakan bidang usaha tertentu yang dilarang diusahakan sebagai kegiatan penanaman modal.
  3. Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan, merupakan bidang usaha tertentu yang dapat diusahakan untuk kegiatan penanaman modal dengan persyaratan, yaitu dicadangkan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi, kemitraan, kepemilikan modal, lokasi tertentu, perizinan khusus, dan penanarn modal dari negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Didalam Perpres 44/2016 ini terdapat beberapa lampiran yang menjelaskan secara rinci mengenai bidang usaha mana sajakah yang dapat dilakukan tanpa persyaratan (contoh: perkebunan lada, perkebunan jambu mete, dll) , dilarang dilakukan (contoh: budidaya ganja, kasino/perjudian, museum pemerintah, dll) atau dapat dilakukan dengan diberi persyaratan (contoh: perkebunan tebu, perkebunan tembakau, dll) . Tidak hanya itu, di dalam lampiran Perpres 40/2016 terdapat ketentuan terkait sumber penanaman modalnya.

Dibeberapa bidang usaha ada yang modalnya harus secara keseluruhan berasal dari dalam negeri, tetapi banyak pula usaha yang bisa dimasuki oleh modal asing. Misalnya saja pada bidang usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan alam, dalam bidang usaha ini modalnya harus 100% dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Begitu pula sama halnya dengan penggalian pasir laut, serta masih banyak contoh lain yang harus menggunakan modal 100% dalam negeri. Contoh untuk bidang usaha yang bisa dimasuki oleh Penanaman Modal Asing (PMA) adalah usaha konsultasi di bidang instalasi tenaga listrik, di bidang usaha ini penanam modal asing bisa menanam modalnya hingga maksimal 95%. Adapun beberapa bidang usaha mempunyai syarat khusus. Salah satu contohnya, bidang usaha perdagangan eceran minuman keras/beralkohol, harus memiliki surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP- MB) serta mempunyai jaringan distribusi dan tempat yang khusus.

Sangat penting untuk mencermati Daftar Negatif Investasi ini sebelum memulai atau memperluas usaha di suatu bidang. Karena dengan adanya Daftar Negatif Investasi dapat disimpulkan bahwa, tidak semua bidang usaha dapat dijadikan sebagai tempat penanaman modal. Serta dibeberapa sektor bidang usaha, tidak diperbolehkannya penanam modal asing untuk ikut berpartisipasi dalam menanamkan modalnya. Dalam bidang usaha tertentu juga terdapat syarat khusus untuk melakukan usaha tersebut, selain dari syarat umum yang berlaku secara menyeluruh untuk bidang usaha dalam penanaman modal ini.


Sumber:

  • Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal
  • Lusiana, Dra., SH, MH, 2012, Usaha Penanaman Modal di Indonesia, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  • Erman Rajagukguk, Hukum Investasi Di Indonesia.

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?

Posted in News Issue
Write a comment