Angin Segar Untuk Petambak Garam


Opening: Garam mungkin hanya benda lumbrah yang ada di setiap dapur, tapi dibalik itu ada nasib para petambak garam yang menanti peran negara untuk menghantarkan cita-cita bangsa sampai kepada mereka.

Indonesia adalah negara kepulauan (archipelagic state) yang terbesar di dunia. Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 81.000 km atau 14% dari keseluruhan garis pantai dunia. Atau 2/3 wilayah Indonesia merupakan perairan laut. Luas laut kedaulatan yang dimiliki oleh Indonesia yaitu 3.1 juta km2 dan laut ZEE seluas 2.7 Juta km2 (richocean.wordpress.com). Letak Indonesia yang sangat strategis memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia seperti kondisi iklim tropis dan kekayaan alam yang melimpah.

Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia tidak serta merta menjadikan masyarakatnya sejahtera. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan garamnya secara mandiri merupakan ironi bagi Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ke-2 dunia. Garam memang terlihat kecil, namun sudah menjadi kebutuhan mendasar manusia. Bahkan tokoh besar India, Mahatma Gandi sudah menyadari bahwa garam merupakan faktor vital yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Membuat garam secara masal dan mandiri menjadi salah satu gerakan Mahatma Gandi ketika melawan penjajahan Inggris. Maka menjadi semakin ironis di zaman modern ini Indonesia justru melepas pemenuhan kebutuhan garam kepada pasar dunia tanpa memaksimalkan potensi dalam negeri.
Detik.com mencatat pada Januari-Agustus 2015 Indonesia telah mengimpor lebih dari 1 juta ton garam dari Australia, India, Cina, bahkan Singapura. Akibat impor garam tersebut Indonesia harus membayarkan uang sebesar US$ 46,61 juta. Bayangkan jika uang dengan nilai fantastis ini tidak mengalir berpindah ke negara-negara tetangga, tetapi kepada petambak garam dalam negeri. Tentunya nasib para petambak garam kita akan menjadi lebih baik.

Kualitas garam lokal yang tidak sebaik kualitas garam impor, tingkat produksi yang rendah, dan teknologi yang belum mumpuni menjadi alasan mengapa impor garam dilakukan. Hukum sebagai alat rekayasa sosial (social engineering) berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan lahirnya Undang-Undang nomor 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. Undang-undang ini memberikan kewenangan dan kewajiban secara terperinci kepada pemerintah pusat hingga pemerintah daerah guna meningkatkan kesejahteraan petambak garam.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyediakan prasarana Usaha Perikanan dan Usaha Pergaraman. Prasarana pergaraman diantaranya lahan, saluran pengairan, jalan prouksi, tempat penyimpanan garam, dan kolam penampung. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah juga dituntut untuk melakukan upaya yang mampu mengendalikan harga sarana usaha perikanan dan pergaraman sertma menjamin ketersediaan sarana usaha perikanan dan usaha pergaraman. Hal lain yang diatur dalam undang-undang ini adalah mengenai perjanjian kerja, perjanjian bagi hasil, jaminan kerja (asuransi), jaminan kepastian usaha (stabilitas harga, pengendalian kualitas lingkungan, jaminan pemasaran, dll), pengendalian impor, serta subsidi.

Lahirnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam tentunya memberikan harapan baru bagi eksistensi nelayan dan khususnya petambak garam. Perlindungan dan pemberdayaan petambak garam yang diatur dengan undang-undang ini tentunya perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar tujuannya dapat tercapai, tidak terkecuali dukungan dan pengawasan dari para penggiat hukum.

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
KOMPIANG RATNA DEWI
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Menggeluti dunia debat hukum. Tertarik pada hukum agraria dan hukum tata negara.

Comments 0

Angin Segar Untuk Petambak Garam

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles