Resmi, Harga Rokok Naik 1 Januari 2017


Beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 30 September 2016, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.010/2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dalam PMK itu disebutkan, pertimbangan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok dan harga jual eceran rokok hasil tembakau adalah dalam rangka meningkatkan pengendalian konsumsi barang kena cukai berupa hasil tembakau dan memperhatikan potensi penerimaan di bidang cukai hasil tembakau yang berkesinambungan serta pada tanggal 21 September 2016, Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah menyepakati target penerimaan cukai tahun 2017.

Dalam aturan tersebut, Sri Mulyani memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,54 persen yang jika dikalkulasikan rata-rata harga rokok per bungkunya sebesar Rp 20.000 maka kenaikannya hanya sebesar Rp 2.100,-. Hal ini jauh dari rumor di masyarakat beberapa bulan lalu yang menyatakan bahwa pemerintah akan menaikan cukai rokok pada kisaran Rp 50.000,- per bungkus yang mana ada yang mendukung dan juga ada yang memprotes jika hal tersebut benar.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga mengatur mengenai harga jual eceran (HJE) rokok yang berlaku per 1 Januari . Dengan keputusan tersebut maka tarif cukai yang ditetapkan kembali tidak boleh lebih rendah dari tarif cukai yang berlaku. Untuk harga jual eceran juga tidak boleh lebih rendah dari batasan harga jual eceran per batang atau gram yang berlaku.

Ketentuan mengenai batasan harga jual Eceran per batang atau gram dan tarif cukai per batang atau gram sebagaimana tercantum dalam lampiran II (produk dalam negeri) dan Lampiran III (untuk hasil tembakau yang diimpor, bunyi Pasal 2 ayat (2b,c) PMK tersebut yang mana rata-rata per batang atau gram jika di jual secara eceran baik produk lokal maupun impor tidak lebih dari Rp 1.500 per batang kecuali rokok cerutu.

Kenaikan yang tidak signifikan tersebut tidak akan banyak berpengaruh dalam kebiasaan masyarakat utnuk merokok dan dengan harga jual eceran dibawah Rp 1.500 per batang atau gram, anak-anak dibawah umur masih mampu untuk membeli karena masih terhitung relataif terjangkau yang apabila jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang tingkat kesadarannya untuk tidak merokok karena alasan kesehatan lebih besar jika di bandingkan dengan masyarakat Indonesia selain harga rokok yang sangat mahal.

Bunyi Pasal II ayat 3 PMK Nomor 147/PMK.010/2016 yang menyatakan ‚ÄúPeraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” Dalam PMK tersebut diundangkan oleh Dirjen Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana pada 4 Oktober 2016.

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Yonastan Pangestu
Penulis merupakan almunus dari kampus reformasi Fakultas Hukum Universitas Trisakti dengan program kekhususan praktisi hukum, penulis aktif dalam organisasi intra kampus antara lain staff kementrian dalam negeri kepresidenan usakti dan ketua koordinasi jarkominfo Komisi Pemilihan Umum FH Usakti, Minat penulis adalah pada bidang hukum khususnya hukum acara dan hukum bisnis

Comments 0

Resmi, Harga Rokok Naik 1 Januari 2017

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles