Proses Kriminalisasi, Dekriminalisasi, dan Depenalisasi


Dalam suatu proses sosial pidana dan hukum yang penting dalam hubungannya dengan persoalan kejahatan, penjahat dan reaksi sosial terhadap kejahatan adalah mengenai proses kriminalisasi, dekriminalisasi, dan depenalisasi.

Proses Kriminalisasi

Proses kriminalisasi merupakan suatu proses, dimana perbuatan-perbuatan tertentu oleh masyarakat atau golongan-golongan masyarakat dianggap sebagai perbuatan yang dapat dipidana. Proses akhir adalah dengan terbentuknya suatu peraturan hukum pidana. Sering kali suatu peraturan  ketentuan hukum pidana sangat erat hubungannya dengan fokus atau pusat perhatian bagian terbesar dari warga-warga masyarakat. Contohnya dapat kita lihat dengan sebuah undang-undang Psikopat  seksual di Amerika Serikat . sejak tahun  1930 sampai tahun 1950, lebih dari setengah negara di bagian Amerika serikat mengeluarkan Undang-Undang tersebut, yang pelaksanaannya melalui bertahap-tahap.  Hal ini dikarenakan warga masyarakat dilanda perasaan takut, dengan timbulnya berbagai kejahatan seksual. Sebagai akibatnya, dibentuklah suatu panitia khusus yang meneliti masalah tersebut dan memberikan sebuah rekomendasi. Rekomendasi itu adalah dengan timbulnya Undang-Undang yang didukung oleh golongan-golongan tertentu dalam masyarakat. Salah satu tujuan penelitian gejala sosial dalam masyarakat adalah untuk mengetahui, sampai seberapa jauhnya perbuatan-perbuatan dinyatakan sebagai tindak pidana oleh Undang-Undang adalah sesuai dengan pendapat masyarakat.

Di Indonesia penelitian terhadap gejala sosial dalam masyarakat belum maksimal dalam pelaksanaannya, namun ada beberapa contoh tentang kriminalisasi, misalnya UU N0. 1/1946. Dengan UU tersebut beberapa perbuatan dinyatakan sebagai tindak pidana, misalnya kejahatan terhadap mata uang. Disamping itu masih ada pula seperti UU Tindak Pidana Ekonomi, UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dari penjelasan diatas dapatnya mengutip pendapat Quinney “criminal laws are formulated within a social context that involves the promotion of the interest of certain group in society”

Proses Dekriminalisasi

Proses dekriminalisasi merupakan suatu proses, dimana suatu prilaku yang semula dikualifikasi sebagai peristiwa pidana dan dikenakan sanksi negative di bidang pidana, kemudian dihapuskan kualifikasi pidananya dan sanksi negatifnya. Suatu proses dekriminalisasi dapat terjadi karena beberapa sebab :

  • Ada kemungkinan anggapan masyarakat mengenai sanksi negative tertentu terhadap perilaku tertentu pula mengalami perubahan, sehingga perilaku yang terkena sanksi-sanksi di tolak.
  • Timbulnya keraguan yang sangat kuat mengenai tujuan yang dicapai dengan penetapan sanksi negative.
  • Adanya keyakinan yang sangat kuat, mengenai biaya sosial untuk menerapkan sanksi negative sangat besar.
  • Sangat terbatasnya efektivitas dari sanksi negative tertentu, sehingga dalam penerapannya akan menimbulkan kepudaran wibawa hukum.

Tidak jarang dalam suatu proses dekriminalisasi di identikan dengan suatu proses deeskalasi. Artinya suatu deeskalasi yang terjadi dalam dalam suatu sistem hukum pidana. Contohnya apabila suatu peristiwa pidana yang semula dikualifikasi sebagai kejahatan, kemudian dikualifikasi sebagai suatu pelanggaran.

Proses Depenalisasi

Proses depenalisasi merupakan sanksi negative yang bersifat pidana dihilangkan akibat dari suatu perilaku yang ditolak. Dalam hal ini yang dimaksud yang dihilangkan adalah kualifikasi pidananya, sedangkan sifat melawan atau melanggar hukumny tetap ada. Didalam suatu proses depenalisasi timbul suatu kesadaran bahwa pemidanaan sebenarnya merupakan upaya ultimum remedium. Oleh karena itu terhadap perilaku tertentu yang masih dianggap melawan atau melanggar hukum dikenakan sanksi negative non pidana, yang apabila tidak efektif akan diakhiri dengan sanksi pidana sebagia upaya terakhir.


Sumber :

  • kriminologi suatu pengantar, Soerjono soekanto, dkk, 1986 : ghalia Indonesia, Jakarta.

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?

What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 0

Masuk ke akun Anda

Don't have an account?
Daftar menjadi member baru

Reset Password

Daftar menjadi member baru

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles