Pembuktian Sederhana Dalam Perkara Kepailitan


Pembuktian merupakan suatu tahapan paling penting didalam suatu proses peradilan. Didalam proses ini dapat menentukan suatu nasib seseorang. Apabila seseoang tersebut berada didalam suatu proses persidangan pidana maka akan menentukan dia akan dirampas kebebasannya sebagai suatu warga negara atau tetap di pertahankan hak kebebasannya didalam dirinya. Atau apabila seseorang tersebut berada didalam proses persidangan perdata maka akan menentukan dia bersalah melakukan suatu wanprestasi ataupun PMH ataupun tidak. Dimana akibat dari hal tersebut mempunyai efek yang sangat besar terhadap orang yang bersangkutan.

Didalam suatu proses pembuktian sangat dibutuhkan suatu alat bukti. Dimana alat bukti tersebut akan dibedakan antara pidana maupun perdata.

pidana-pedata

Didalam suatu permasalahan kepailitan. Pembuktian juga merupakan suatu permasalahan yang sangat krusial. Dimana didalam suatu permasalahan kepailitan apabila seseorang dapat dibuktikan tidak mampu membayar salah satu hutang dimana salah satunya telah dapat ditagih maka akan di anggap pailit oleh pengadilan niaga.

Permasalahan yang terjadi dalam perkara kepailitan adalah apakah hanya dengan terpenuhinya syarat yang ditentukan didalam UU Kepailitan seseorang dengan begitu saja dapat di anggap pailit ?

Undang-undang hanya menentukan apa yang telah tertuang dalam Pasal 8 ayat (4) Undang-undang Kepailitan sebagai berikut :

“Permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana bahwa persyaratan untuk dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) telah dipenuhi”.

Yang dimaksud Pasal 2 ayat (1) merupakan syarat kepailitan bahwa

“Debitor yang mempunyai dua atau lebih Kreditor dan tidak membayarlunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan, baik atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya”.

Pada Pasal 8 ayat (4) jo Pasal 2 ayat (1) menentukan bahwa “Permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana”. Fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana dimaksudkan dalam Penjelasan Undang-Undang Kepailitan Pasal 8 ayat (4) adalah adanya fakta dua atau lebih Kreditor dan fakta utang yang telah jatuh waktu dan tidak dibayar. Sedangkan perbedaan besarnya jumlah Utang yang didalihkan oleh pemohon pailit dan termohon pailit tidak menghalangi dijatuhkannya putusan pernyataan pailit. Dalam penyelesaian suatu kasus kepailitan, dianut suatu asas Pembuktian Sederhana. Hal tersebut sejalan dengan tujuan dari hukum kepailitan yaitu untuk kepentingan dunia usaha dalam menyelesaikan masalah utang-piutang secara adil, cepat, terbuka dan efektif. Dengan dianutnya asas Pembuktian Sederhana seyogyanya salah satu tujuan dari hukum kepailitan yaitu ”cepat” dapat “tercapai”.

Dalam penjelasan pasal 8 ayat 4 UU Kepailitan, menjelaskan :

Yang dimaksud dengan “fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana” adalah adanya fakta dua atau lebih kreditor dan fakta utang yang telah jatuh waktu dan tidak dibayar. Sedangkan perbedaan besarnya jumlah utang yang didalihkan oleh pemohon pailit dan termohon pailit tidak menghalangi dijatuhkannya putusan-putusan pernyataan pailit.

Dalam pasal ini menjelaskan bahwa dalam perkara pailit, debitor yang akan dipailitkan harus terbukti secara sederhana, bahwa debitor memiliki dua kreditor atau lebih dan utangnya sudah jatuh tempo/waktu dan dapat ditagih barulah hakim bisa memutus pailit kepada debitor.

Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa hakim pengadilan niaga akan langsung memutus seseorang pailit apabila diketahui bahwa orang tersebut/ badan hukum tersebut mempunyai lebih dari satu hutang dan diantara satu hutang tersebut telah jatuh tempo dan dapat ditagih.


Daftar Pustaka

  • Munir Fuadi, Hukum Pailit dalam Teori dan Praktek, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2005
  • Undang-Undang Kepailitan, UU No. 37 Tahun 2004
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?

What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 1

Pembuktian Sederhana Dalam Perkara Kepailitan

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles