Pembuat Berita Hoax Dapat Dipidana


Dalam era digital di zaman modern sekarang ini sistem informasi yang canggih sudah menyebar ke kehidupan seluruh lapisan  elemen masyarakat. Banyak manfaat positif yang dapat diambil dari informasi yang tersedia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun untuk beberapa oknum tertentu, tekhnologi ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk memprovokasi, mengadu domba, menjatuhkan atau hanya sekedar jadi bahan candaan.

Berita palsu atau sering disebut hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu.

Masyarakat yang membaca suatu berita hoax sangat mungkin untuk terpengaruh karena isu tersebut kadang menggunakan logika berpikir yang baik dan di dukung dengan peristiwa yang kebetulan terjadi, terlebih jika yang di isukan adalah berita SARA yang sangat mudah untuk memprovokasi masyarakat.

Kebebasan berekspresi merupakan kesempatan yang seharusnya disalurkan ke tujuan yang baik bukan malah mengambil kesempatan yang baik untuk tujuan yang negatif. Dilihat dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, berita hoax merupakan perbuatan yang dilarang yang mana menurut Pasal 28 ayat (1) menyatakan Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. Sedangkan pada ayat (2)-nya menyatakan  Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Bukan hanya itu, bagi anda yang suka menyebar berita bohong dan menyesatkan berhati-hatilah karena anda dapat dipidana atas perbuatan yang anda lakukan, bahkan jika anda memforward berita tersebut. Selanjutnya mengenai ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 45 Undang-Undang ITE yang menyatakan Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal, 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Menjelang pilkada serentak yang akan diadakan pada 15 Februari 2017 mendatang mungkin akan banyak berita-berita hoax yang bermunculan guna mendukung strategi black campaign yang digunakan oleh oknum tertentu. Kita sebagai masyarakat yang cerdas seharusnya dapat membuktikan kebenaran berita tersebut sebelum terprovokasi dan melaporkan ke pihak kepolisian jika ternyata benar berita tersebut adalah berita hoax.


Sumber Hukum :

  • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Yonastan Pangestu
Penulis merupakan almunus dari kampus reformasi Fakultas Hukum Universitas Trisakti dengan program kekhususan praktisi hukum, penulis aktif dalam organisasi intra kampus antara lain staff kementrian dalam negeri kepresidenan usakti dan ketua koordinasi jarkominfo Komisi Pemilihan Umum FH Usakti, Minat penulis adalah pada bidang hukum khususnya hukum acara dan hukum bisnis

Comments 0

Pembuat Berita Hoax Dapat Dipidana

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles