5 Peringkat Indonesia Di Mata Dunia


Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri – Ir.Soekarno

 

  • Negara paling rawan serangan kejahatan siber/ cyber crime

Berdasarkan laporan state of the internet 2013, Indonesia menempati urutan kedua dalam daftar 5 besar negara yang paling rentan serangan atau pembobolan yang dilakukan oleh hacker. Hal ini membuktikan bahwa kenyamanan IT di Indonesia masih dinilai sangat lemah dan sangat mudah dibobol. Kemudian menurut data Security  Threat 2013 menyebutkan bahwa sejak tahun 2012 sampai dengan April 2015, Subdit IT telah menangkap 497 orang tersangka kasus kejahatan dunia maya, yang terdiri atas 389 warga negara asing dan 108 orang di antaranya merupakan warga negara Indonesia. Data ini didukung pula dengan maraknya kasus-kasus penggandaan kartu kredit, bobolnya keamanan perbankan, hingga akun-akun pribadi yang kini marak terjadi di tanah air tercinta. Selanjutnya berbicara mengenai pidana yang dapat dijatuhkan bagi kejahatan dunia maya dengan menggunakan pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana secara luas, secara sempit menggunakan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana yang di dalamnya memuat tindak pidana perbankan dan pencucian uang, serta tindak pidana lainnya yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.  

  • Negara dengan ranking terendah di bidang pendidikan

Pada bulan Mei 2014 dilansir dari The Learning Curve Pearson yang merupakan sebuah lembaga pemeringkatan pendidikan dunia mengeluarkan data mengenai peringkat mutu pendidikan di seluruh dunia. Indonesia saat itu menempati posisi terakhir dari 40 negara yang terdata, dengan nilai pencapaian pendidikan hanya mendapatkan nilai minus 2.11. Peringkat paling rendah ini menunjukkan pula ketertinggalan jauh dengan negara-negara berkembang lainnya seperti Brasil, Argentina, dan Kolumbia yang ternyata justru menempati peringkat di atas Indonesia. Menanggapi permasalah mutu pendidikan, hal ini sangat berkaitan dengan kurikulum pendidikan yang berada di bawah wewenang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Segala sesuatu terkait perencanaan, program-program, pengembangan, dan penerapan mengenai kurikulum pendidikan haruslah berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta memperhatikan kepentingan seluruh komponen pendidikan meliputi murid, tenaga pendidik, beserta kebutuhan sarana dan prasarana di dalamnya.

  • Salah satu negara yang marak terjadi kasus kejahatan seksual terhadap anak di internet

Negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus kejahatan seksual pada anak tertinggi melalui internet. Tindakan ini ditunjukkan dengan banyaknya materi berupa video perilaku seksual (Child Abuse Material) anak-anak mencapai lebih dari 70 ribu video. Apalagi saat ini kita juga sedang berada “Indonesia Darurat Kekerasan Seksual”, telah tercatat sebagai pengunduh dan pengunggah hal-hal yang berbau pornografi paling banyak di dunia. Isi konten tersebut juga meliputi konten penyiksaan seksual terhadap anak yang juga turut dinikmati oleh oknum-oknum nakal di Indonesia. Pemerintah harus segera menindaklanjuti hal ini dengan melakukan pencegahan agar tidak terus menerus berkembang hingga meluas lebih banyak lagi dan pemberian hukuman bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Kedua macam tindakan ini dapat dilakukan dengan menegakkan kembali Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diperbaharui kembali dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak kepada seluruh warga negara Indonesia terutama yang berhubungan langsung dengan anak itu sendiri.

  • Negara terboros energi listrik di Asia Tenggara

Berdasarkan data ASEAN Centre for Energy (ACE) pada tahun 2013, Indonesia menempati posisi tertinggi dalam hal pemborosan energi listrik. Menanggapi hal tersebut, terdapat 9 kota yang dianggap menyumbang angka paling tinggi pemborosan listrik antara lain; Jakarta, Medan, Batam, Bali, Semarang, Makasar, Palembang, Surabaya, dan Banjarmasin. Sebagian besar terjadinya pemborosan energi listrik disebabkan oleh keperluan industri. Selanjutnya apabila dibandingkan dengan negara-negara lain telah mengurangi penggunaan energi listrik yang digantikan dengan energi yang dapat diperbaharui yakni berasal dari alam. Listrik dapat dihasilkan dari renewable energy seperti panas matahari, aliran air sungai, biomassa, angin, sampah, dan biogas yang dominan digunakan sebagai energi alternative saat ini. Dengan demikian, hal ini berdampak pada total pemakaian energi di Indonesia adalah 1,84 di atas negara-negara Asia lainnya seperti Jepang yang hanya mencapai 0,1 dan Thailand yang mencapai angka 1,16 saja. Maka dari itu, mulai saat ini Pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama dan mendukung untuk mengurangi penggunaan listrik di siang hari dan menggantinya dengan energi alternative yang harus mulai dikembangkan dari sekarang. Pentingnya untuk hemat energi perlu digalakkan lebih lagi ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia melalui pemberdayaan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional yang mengedepankan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

  • Negara paling konsumtif di dunia

Sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat konsumtif. Bahkan tidak heran pula Indonesia dijadikan sasaran atau target masuknya produk-produk dari berbagai dunia yang mayoritas dijual dengan harga murah dan kualitas yang tergolong kurang. Segala produk dari yang bermerk dan berkualitas tinggi hingga produk palsu atau tiruan dengan kualitas rendah dan harga miring laris manis jika dijual di Indonesia dalam bentuk grosir ataupun eceran. Dari sekian produk yang dipasarkan, menurut survei yang dilakukan Gfk Asia yang merupakan sebuah lembaga riset pasar terkemuka di Indonesia dan salah satu perusahaan riset pasar terbesar di Indonesia, menyatakan produk yang paling banyak dibeli di pasar Indonesia saat ini adalah gadget. Penjualan smartphone di wilayah Asia Tenggara pada tahun 2013 menduduki peringkat pertama dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Total pembelian smartphone di Indonesia mencapai angka perolehan US $ 3.33 Miliar yakni sebesar 30% dari total akumulai nilai pembelian smartphone secara keseluruhan.


Dasar Hukum :

  • Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana;
  • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;
  • Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;
  • Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
3
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Bernadetha Aurelia Oktavira
Seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS). Aktif dalam berbagai organisasi intrakampus, yaitu KSP "Principium" FH UNS, KMK FH UNS. Pernah mengikuti berbagai kompetisi Paper dan Karya Tulis Ilmiah. Selain itu, penulis aktif sebagai Anggota Paguyuban Lektor Gereja Purbowardayan Surakarta. Menaruh minat pada penulisan bidang Hukum Pidana, Hukum Tata Negara, dan Hukum Adat.

Comments 0

5 Peringkat Indonesia Di Mata Dunia

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles