Apakah Perubahan Daftar Negatif Investasi Pada PerPres No 44 Tahun 2016 Berpengaruh Terhadap Gairah Penanaman Modal di Indonesia ?


PerPres No.44 Tahun 2016 adalah perubahan atas PerPres No.39 Tahun 2014 yang dibuat pada rezim SBY. Perbedaan pun terlihat cukup signifikan dari dikeluarkannya 35 bidang usaha dari daftar negatif investasi antara lain: industri crumb rubber; cold storage; pariwisata (restoran; bar; cafe; usaha rekreasi, seni, dan hiburan: gelanggang olahraga); industri perfilman; penyelenggara transaksi perdagangan secara elektronik (market place) yang bernilai Rp.100 milyar ke atas; pembentukan lembaga pengujian perangkat telekomunikasi; pengusahaan jalan tol; pengelolaan dan pembuangan sampah yang tidak berbahaya; industri bahan baku obat. Dimana dengan dikeluarkannya 35 bidang usaha tersebut, maka kepemilikan modal asing dapat mencapai 100%.

Perubahan tersebut dirasa adalah bentuk dari liberalisasi bagi sekelompok masyarakat awam yang tidak benar-benar mengkaji kebijakan ini lebih jauh lagi. Semangat perubahan daftar negatif investasi sesungguhnya bertujuan untuk meningkatkankan kegairahan para investor baik dalam maupun luar negeri agar berhasrat dan berlomba-lomba menanamkan modalnya di sektor-sektor usaha di Indonesia. DNI merupakan salah satu kelengkapan ketentuan-ketentuan standar yang menjadi Pedoman pelaksanaan kebijakan Penanaman Modal.

Paket Kebijakan Ekonomi 10 yang dirilis pada Kamis 11 Februari 2016 terbukti membuat investor asing khususnya telah melirik Indonesia dan telah menyiapkan ancang-ancang untuk menanamkan modalnya serta berafiliasi dengan UMKM untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Kebijakan ini dapat memperkuat modal untuk melakukan pembangunan, serta mendorong perusahaan nasional agar mampu bersaing dan semakin kuat di pasar dalam negeri dan global.

Perubahan DNI ini diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi baik Usaha Kecil Menengah (UKM), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Penanaman Modal Asing (PMA). Dengan meningkatnya investasi, lapangan pekerjaan semakin banyak dan tersebar diseluruh Indonesia, membuat barang-barang dan komoditas tertentu menjadi lebih murah sehingga dapat dijangkau hingga lapisan terbawah, dan yang terutama adalah kebijakan ini diharapkan dapat memutus mata rantai perdagangan yang selama ini hanya dinikmati sekelompok elite lapisan atas.

Contoh yang paling sederhana adalah layar bioskop. Jumlah layar bioskop kita itu hanya 1.117 layar di seluruh Indonesia. Yang hanya bisa diakses 13% dari penduduk kita. Penduduk kita sudah sekitar 250 juta, dan 87% layar itu ada di Jawa. Yang lebih ironis lagi, 35% gedung bioskop atau layar itu ada di Jakarta. Maka dengan demikian para pelaku yang selama ini mendapatkan kemudahan menguasai semua ini hanya 3 atau 4 perusahaan. Tentunya ini tidak baik bagi kehidupan dunia perfileman kita.

Kebijakan ini juga mengatur soal bahan dasar pembuatan obat yang selama ini sedemikian mahal, sehingga masyarakat menanggung beban mahalnya harga obat di pasaran.Selama ini bahan dasar obat-obatan itu tidak bisa masuk. Kalaupun masuk itu ada batasannya. Maka dengan pengaturan ini, diharapkan nantinya karena bahan dasar obat menjadi lebih murah, maka obat-obatan bisa dijangkau oleh masyarakat dengan lebih murah.

Kembali lagi kepada kalimat tanya yang secara eksplisit terpampang pada judul essay ini, Apakah Perubahan Daftar Negatif Investasi Pada PerPres No 44 Tahun 2016 Berpengaruh Terhadap Gairah Penanaman Modal di Indonesia ?. Jawabannya adalah Ya, sepanjang semangat tujuan yang mulia dari perumusan dan pembentukan kebijakan ini tetap dipegang teguh dan menjadi guidelines pemerintah kedepannya dalam lalu lintas penanaman modal. Maka dengan adanya PerPres No.44 Tahun 2016 diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang meningkat, stabil, inklusif, dan berkelanjutan, serta dapat mendorong Indonesia menjadi basis produksi dan sentra logistik sehingga menempatkan Indonesia pada posisi yang memiliki bargaining position dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan global supply chain.

What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
1
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Praniti Putri Mirza
Student at Atmajaya University Faculty of Law. Enthusiast at any field such as Environmental, Philosophy, Literacy, Marine, Fiction, Biography. Spare Time Activity, Playing Basket Ball, Love to Singing, and Baking.

Comments 0

Apakah Perubahan Daftar Negatif Investasi Pada PerPres No 44 Tahun 2016 Berpengaruh Terhadap Gairah Penanaman Modal di Indonesia ?

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles