Ahok Statusnya Menjadi Tersangka, Kenapa Tidak Ditahan?


Pada dewasa saat ini persoalan hukum calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tentang penodaan agama menjadi viral di negeri ini.Yang mayoritas Indonesia masyarakat muslim banyak menuntut agar Ahok agar ditangkap dan ditahan.Walaupun Penyidik Mabes POLRI telah menetapkan Ahok sebagai tersangka namun hingga saat ini Basuki Tjahaja Purnama masih belom ditahan.

Banyak yang menanyakan kenapa Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di panggil Ahok tidak ditahan,sedangkan Penyidik Mabes Polri telah menetapkan Ahok sebagai tersangka?

Boy Rafli Amar mengatakan soal penahanan adalah kewenangan dari penyidik.Penyidik merasa belum ada urgensi untuk memutuskan dalam konteks melakukan penahanan karena tetap merujuk pada hukum acara yang ada, bahwa setiap tersangka dapat dilakukan penahanan, sifatnya tidak wajib.

Namun apabila kita lihat di Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana tidak ada ketentuan bahwa setiap tersangka pasti ditahan.Merujuk pada pasal 21 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).”perintah penahanan atau penahanan lanjutan terhadap seseorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup,dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana”.

Sedangkan alasan obyektif

Sedangkan alasan obyektif diatur dalamPasal 21 ayat (4) KUHAP yang menyatakan bahwa penahanan tersebut hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan tindak pidana dan/atau percobaan maupun pemberian bantuan dalam tindak pidana tersebut dalam hal:

  • tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih;
  • tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282 ayat (3), Pasal 296, Pasal 335 ayat (1), Pasal 351 ayat (1), Pasal 353 ayat (1), Pasal 372, Pasal 378, Pasal 379 a, Pasal 453, Pasal 454, Pasal 455, Pasal 459, Pasal 480 dan Pasal 506 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Pasal 25 dan Pasal 26 Rechtenordonnantie (pelanggaran terhadap Ordonansi Bea dan Cukai, terakhir diubah dengan Staatsblad Tahun 1931 Nomor 471), Pasal 1, Pasal 2 dan Pasal 4 Undang-undang Tindak Pidana Imigrasi (Undang-undang Nomor 8 Drt. Tahun 1955, Lembaran Negara Tahun 1955 Nomor 8), Pasal 36 ayat (7), Pasal 41, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 47 dan Pasal 48 Undang-undang Nomor 9 Tahun 1976 tentang Narkotika (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3086).

Dapat disimpulkan kemungkinan alasan penyidik POLRI tidak menahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok,Tersangka Ahok tidak memenuhi ketentuan dalam Pasal 21 ayat (4) KUHAP dan tidak ada keadaan-keadaan sebagaimana terdapat dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP.

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
1
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 1

  1. Dalam pasal 156 a kan selama-lamanya 5 tahun, dan pasal 21 ayat 4 ; diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih. Artinya, tersangka sudah memenuhi ketentuan dalam pasal 21 ayat 4, karena dalam pasal 156 a disebutkan kurungan penjara paling lama 5 tahun dan 21 ayat 4 pun menyebutkan pidana penjara 5 tahun ATAU ATAU lebih..

Ahok Statusnya Menjadi Tersangka, Kenapa Tidak Ditahan?

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles