SANKSI HUKUM BAGI PENGEMUDI KENDARAAN MOTOR YANG MELINTASI FASILITAS TROTOAR


Sepeda motor memberikan peranan tersendiri bagi masyarakat dalam menunjang aktivitasnya. Hal ini dikarenakan dengan mengendarai sepeda motor memberikan beberapa manfaat dibandingkan dengan berkendara roda empat yakni; menghemat waktu dan mempermudah dalam perjalanan. Namun, tidak menjadi suatu jaminan bagi pengemudi sepeda motor bahwa ia akan terhindar dari kemacetan. Pada saat inilah sudah menjadi tradisi pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia mencari celah-celah untuk tetap dapat melanjutkan perjalanannya dan terhindar dari kemacetan dengan melakukan hal-hal yang melanggar tertib lalu lintas di ruang lalu lintas jalan. yang justru menimbulkan kerugian bagi para pengguna ruang lalu lintas lainnya.  

Pasal 1 angka 11 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) menyatakan bahwa “Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah Kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas pendukung” lebih lanjut ruang lalu lintas jalan menyediakan berbagai prasana dengan tujuan lalu lintas yang aman, tertib, lancar dan terpadu yang disediakan pemerintah untuk jalan nasional, pemerintah provinsi untuk jalan provinsi, pemerintah kabupaten untuk jalan kabupaten atau desa, salah satunya ialah  dengan menyediakan fasilitas trotoar sebagaimana sesuai pasal 45 yang diamanatkan oleh UU LLAJ.

Ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki di ruang lalu lintas jalan, hal ini telah diatur didalam pasal 131 angka (1)  UU LLAJ “Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain” sehingga telah menjadi suatu kejelasan berdasarkan pasal 131 angka (1) terkait fungsi trotoar di ruang lalu lintas jalan juga dalam pasal tersebut mengartikan secara jelas tiada seorang pun yang bisa untuk melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan peruntukan fungsi fasilitas khususnya trotoar yang telah tersedia di ruang lalu lintas jalan.  Lebih lanjut, di perjelas kembali dalam pasal 28 ayat (2) UU LLAJ “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1).”

Namun pada prakteknya hak pejalan kaki di ruang lalu lintas dibatasi dengan maraknya pengemudi sepeda motor yang demi mempercepat laju perjalanan, menghemat waktu dan menghindari kemacetan mengambil jalan melalui trotoar. Selain mengambil hak pejalan kaki tindakan pengemudi sepeda motor membahayakan keamanan, ketertiban, kelancaran para pejalan kaki di ruang lalu lintas.  Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian serius bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi seluruh penduduk indonesia pengguna ruang lalu lintas jalan untuk lebih memperhatikan ketertiban lalu lintas. Mengapa demikian? tidak jarang pejalan kaki memperingati pengemudi sepeda motor untuk tidak melintas di jalur trotoar, namun sebaliknya pengemudi sepeda motor justru tidak mau dengar, acuh tak acuh bahkan tidak sedikit yang berani melawan peringatan pejalan kaki walau sebenarnya menurut hukum positif Indonesia secara jelas tindakan pengemudi tersebut dapat dijatuhi sanksi pidana yang telah diatur dalam;

  1. Pasal 274 angka (1) UU LLAJ “Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).”
  2. Pasal 275 angka (1) UU LLAJ “Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Oleh karena hal tersebut mengartikan kepada kita semua bahwa pengguna ruang lalu lintas jalan, pengemudi sepeda motor, pejalan kaki dsb memiliki hak sama yang perlu dihormati. Untuk menghindari potensi menganggu keselamatan orang lain, maka sebagai pengguna ruang lalu lintas khususnya pengemudi kendaraan bermotor memiliki kewajiban menjaga keselamatan para pengguna fasilitas ruang lalu lintas dengan tidak melintas di area trotoar saat melakukan perjalanan.


Referensi :

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt57dd257b700d7/pidana-bagi-motor-yang-melewati-trotoar

Sumber Hukum :

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Lytha Dayanara Hutagalung
Berstatus sebagai mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang. Aktif dalam beberapa organisasi intra kampus yakni UKM Debat FH Unnes menjabat sebagai Kordinator Pemateri, Private Commercial Law Community dan Putri Kampus FH Unnes (papika) 2014-2016 . Penulis juga pernah mengikuti beberapa kompetisi Legal Drafting dan Debat. Minat penulis adalah pada bidang hukum khususnya Hukum perdata dagang.

Comments 0

SANKSI HUKUM BAGI PENGEMUDI KENDARAAN MOTOR YANG MELINTASI FASILITAS TROTOAR

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles