Jalan Panjang Jaksa


Hai para calon sarjana hukum di seluruh Nusantara!! Pasti ada dong di antara kalian yang bercita-cita ingin menjadi Jaksa? Kali ini kita akan membahas mengenai tahapan-tahapan panjang untuk menjadi Jaksa. Sebelumnya, yuk kita cari tahu dulu apa sih itu Jaksa? Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia menyebutkan Jaksa adalah pejabat fungsional yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap serta wewenang lain berdasarkan undang-undang. Nah guys sebagai seorang pejabat peradilan, proses rekrutmen menjadi seorang jaksa itu tidak mudah dan panjang. Profesi Jaksa memiliki sejumlah syarat nih guys yang harus dipenuhi, diantaranya:

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  3. Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  4. Berijazah paling rendah Sarjana Hukum;
  5. Berumur paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun;
  6. Sehat jasmani dan rohani;
  7. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela; dan
  8. Pegawai Negeri Sipil.

Dan yang paling penting adalah harus lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan jaksa. Selanjutnya, kalian para calon jaksa juga harus mengikuti tes yang diadakan oleh tim independen. Baru nih setelah lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan, mereka wajib melewati masa prajabatan selama 1 (satu) tahun. Setelah 1(satu) tahun berlalu, masih ada lagi nih pendidikan selama 1 (satu) bulan. Dan selama masa pra jabatan berlangsung, masing-masing calon Jaksa ditempatkan sesuai kemampuan masing-masing di antaranya ada Pidana Umum, Pidana Khusus, Intel, dan sebagainya serta yang perlu kita ketahui nih guys, selama masa prajabatan, mereka harus rela tidak dibayar gaji penuh, hanya 80 persennya saja. Setelah semua selesai dilewati barulah para calon jaksa diajukan menjadi Pegawai Negeri dan berhak menerima gajinya secara utuh.

Menjadi seorang Pegawai Negeri tidak berarti otomatis calon jaksa itu menyandang profesi Jaksa. Ada lagi nih tahapan yang harus dilewati yakni mereka harus menjalani masa kerja selama 2 (dua) tahun. Setelah itu, calon jaksa baru dapat mengikuti tes untuk menjadi seorang Jaksa baik melalui tertulis maupun  wawancara secara langsung dengan Jaksa Agung Muda. Nah kalau sudah lulus, baru dimasukan pendidikan Jaksa selama 6 (enam) bulan dan kemudian akan dilantik menjadi Jaksa dengan mengirimkannya ke daerah-daerah dalam rentang waktu yang berbeda-beda. Oya, daerah-daerah itu enggak selamanya di kota loh, bisa jadi kamu ditugasin ke daerah-daerah terpencil yang sarana dan prasarana nya masih kurang. Selama dikirim ke daerah-daerah, nantinya mereka akan dipanggil lagi untuk menjalani pendidikan khusus seperti korupsi, narkoba, dan lain-lain guna menambah ilmunya. Bener-bener prosesnya rumit dan panjang yang guys?

Eitsss… masih ada lagi nih yang mau diberitahu, pangkat pertama seorang Jaksa adalah golongan IIIA yang mempunyai kewenangan untuk menangani perkara sesuai Surat Keputusan dan spesifikasi kemampuan masing-masing Jaksa. Dalam menjalankan profesinya, seorang Jaksa mengacu pada KUHAP dan Peraturan Jaksa Agung beserta segala Surat Edarannya. Untuk itu, Kejaksaan memerlukan seseorang yang sungguh-sungguh dalam bekerja, profesional, berintegritas tinggi, dan so pasti nih bersedia menjadi pengabdi dan pelayan masyarakat. Nah itu sekilas uraian perjalanan panjang para calon jaksa. Gimana nih guys? Udah siap jadi Jaksa yang mengabdi dan melayani masyarakat kan?

Dasar Hukum:

  • Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
1
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
2
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
3
Love
Win Win
1
Win
WTF WTF
0
WTF
Bernadetha Aurelia Oktavira
Seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS). Aktif dalam berbagai organisasi intrakampus, yaitu KSP "Principium" FH UNS, KMK FH UNS. Pernah mengikuti berbagai kompetisi Paper dan Karya Tulis Ilmiah. Selain itu, penulis aktif sebagai Anggota Paguyuban Lektor Gereja Purbowardayan Surakarta. Menaruh minat pada penulisan bidang Hukum Pidana, Hukum Tata Negara, dan Hukum Adat.

Comments 3

Masuk ke akun Anda

Don't have an account?
Daftar menjadi member baru

Reset Password

Daftar menjadi member baru

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles