” OM TOILET OM “


Kalau udah denger kata toilet, pasti yang terbesit di benak kita kalau engga sekedar cuci muka, foto-foto alay (biasanya cewe sih ini wkwk), rapi-rapi pakaian, sampai buang hajat. Toilet pun jadi serasa surga dunia kalau “panggilan alam”nya sudah diujung tanduk hihihi. Ketika hajatnya akhirnya keluar, nikmatnya pun mengalahkan apapun di dunia ini (lebay sih wkwk).

Tapi, ngomong-ngomong soal buang hajat, pernah ga sih kamu merhatiin sering ada bapak-bapak “mojok” sambil membalikkan badan di pinggir jalan ? (eitss jangan berpikiran aneh-aneh ya wkwkw). “Mojok” disini maksudnya tuh buang air kecil sembarangan wkwkw. Kadang, ketika “yang mau dibuang” sudah tidak tertahankan sedangkan tidak ada toilet yang accessible ataupun males bayar uang jasa toilet, akhirnya dipakai tempat lain. Pepohonan, dinding rumah, kebun, ataupun semak-semak pun jadi tempat “pelampiasan” untuk membuang air kecil. Saya pun teringat kata guru IPA saya di SMP yang bilang bahwa pohon yang sering dikencingin orang, malah justru cenderung subur (wadawwww).

Tapi, tahukah kamu bahwa kencing sembarangan itu dilarang? Sudah banyak aturan yang melarang kencing sembarangan di tempat umum lho. Hal ini tentunya demi keindahan dan kenyamanan di tempat umum ^^ Sebagai contoh di daerah Bandung, dalam Pasal 37 huruf (j) Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (Perda K3) diatur bahwa :

“Dalam rangka mewujudkan ketertiban di daerah milik jalan, fasilitas umum dan jalur hijau di Daerah, setiap Orang, Badan Hukum dan/atau Perkumpulan, dilarang buang air besar (hajat besar) dan hajat kecil di jalan, jalur hijau, taman, selokan, tempat umum kecuali di MCK”

Berdasarkan Perda K3 ini pula, Pemerintah Kota Bandung akan mendenda warganya yang buang air kecil sembarangan sebesar Rp. 250.000,00. Untuk mensosialisasikan aturan ini pun, dalam akun instagram-nya, Ridwan Kamil selaku Walikota Bandung menulis caption yang cukup menarik yaitu, “Jangan pipis sembarangan, apalagi nyatain cinta sembarangan. Enjoy our lovely and friendly city. Hatur nuhun,”

Tapi, ga cuma didenda aja lho guys¸ tapi kamu bisa juga dipenjara karena kencing sembarangan ! Ga percaya ? Hal ini dialami oleh perempuan berinisial “S” (46), warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri, dipenjara selama 3 bulan gara-gara membuang air kencing di halaman rumahnya sendiri yang sudah disewa oleh TM ! Ulahnya S membuat TM tidak terima karena tempat dagangannya berbau pesing dan kemudian melaporkan kasus itu ke polisi dengan dasar Pasal 335 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

Aneh? Bingung? Mungkin kamu harus melihat bagaimana pemerintah negara lain memperlakukan pelaku kencing sembarangan. Di India, polisi khusus kereta (polsuska) di Agra, India, menangkap 109 orang karena pipis di rel kereta, tempat parkir stasiun, dan beberapa titik lain. Lalu, di Ceko, siapapun yang pipis sembarangan akan terekam kamera dan kelakuan tak senonoh itu akan disebar ke YouTube sebagai ganjaran. Terakhir, di Pennsylvania, untuk mengentikan kebiasaan buruk suka buang air kecil sembarangan di belakang tembok sebuah toko kunci di kawasan Allentown, Pennsylvania, AS, pelaku akan mendapatkan kejutan berupa siraman air dari sebuah shower otomatis. Jadi, saat ada orang-orang yang mendekati dinding untuk pipis, maka akan ada air yang menyemprot ke arah kepala mereka.

Tapi yaa dibalik aturan-aturan tersebut, sudah seyogyanya kita membuang hajat kita pada tempatnya. Ga perlu ngomong soal peraturan perundang-undangan, secara etika pun rasanya tidak etis jika kencing sembarangan. Selain tidak enak dipandang, tentunya akan menimbulkan bau tidak sedap di sekitarnya. So, ketika kamu menemukan orang yang ingin kencing sembarangan, tegur aja dan bilang, “Om Toilet Om” XD

Bagaimana reaksi Kamu tentang artikel ini ?


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
1
WTF
Josua Satria Collins
Penulis merupakan mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Aktif dalam berbagai organisasi fakultas, seperti BEM FHUI, Lembaga Kajian Keilmuan (LK2) FHUI, dan Law Art Performance. Selain itu penulis aktif dalam berbagai kepanitiaan diantaranya menjadi Project Officer Pemilu FHUI 2015. Tidak hanya itu, penulis pernah mengikuti berbagai lomba di antaranya Legislative Drafting dan Peradilan Semu Konstitusi. Saat ini penulis menjabat sebagai Sekretaris Bidang Kajian Ilmiah LK2 FHUI 2016.

Comments 0

Masuk ke akun Anda

Don't have an account?
Daftar menjadi member baru

Reset Password

Daftar menjadi member baru

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles