Mari Berdonasi Yang Bijak Melalui Perantara Yang Resmi Dan Berizin


Tau nggak masyarakat Indonesia memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi untuk membantu fakir miskin lo. Rasa peduli masyarakat diungkapkan dengan menyumbang uang ataupun barang, baik dengan cara langsung maupun menggunakan perantara. Masyarakat yang memiliki waktu luang biasanya sih memberikan sumbangannya langsung kepada fakir miskin yang dituju. Sedangkan yang tidak memliki waktu luang menggunakan perantara untuk menyalurkan sumbangannya. Dalam prakteknya, perantara ini biasanya orang perseroangan, perkumpulan atau organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah. Ditambah dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi, masyarakat juga bisa lo mendonasikan uangnya melalaui situs-situs galang dana dan donasi online.

Kepedulian yang tinggi memang bagus guys, namun ini juga bisa menjadi peluang timbulnya penipuan atau penggelapan lo. Pasti kalian pernah mendengar berita bahwa ada perantara yang memanfaatkan dana donasi untuk membeli mobil, iPhone atau yang lain-lainnya kan guys. Hal ini bisa terjadi karena kita masih kurang aware bahwa untuk mendonasikan uangnya melalui perantara, ada syarat-sayarat yang harus dipenuhi untuk menjadi perantara, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan guys.

Para calon pendonasi jika kalian tidak ingin uang donasi kalian malah digunakan untuk hal-hal yang tidak semsestinya, perlu lebih teliti dalam menunjuk perantara, kalau tidak, ya kasihan uangnya malah dimakan sama si perantara. Tapi tenang temen-temen calaon pendonasi, sudah ada ketentuan yang mengatur mengenai siapa saja yang berhak menjadi perantara dalam mengumpulkan donasi dan apa saja sanksi yang diterima perantara yang tidak memenuhi syarat-syarat. Tara semua telah diatur di PP Nomor 9 Tahun 1961 Tentang Pengumpulan Uang Atau Barang dan PP Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pengumpulan dan Penggunaan Sumbangan Masyarakat Bagi Penanganan Fakir Miskin.

Bisa temen-temen lihat pada Pasal 3 ayat (1) PP Nomor 9 Tahun 1961 yang dapat menjadi perantara dalam pengumpulan uang ataupun barang adalah perkumpulan atau organisasi kemasyarakatan yang telah mendapat izin lebih dahulu dari pejabat yang berwenang kecuali pengumpulan uang atau barang yang diwajibkan oleh hukum agama, hukum adat dan adat-istiadat atau yang diselenggarakan dalam lingkungan terbatas  Untuk ketentuan Pasal 2 ayat (1) PP No 16 Tahun 2015 menjelaskan bahwa yang dapat melakukan pengumpulan sumbangan atau perantara dapat dilakukan oleh Menteri, gubernur, dan walikota/bupati. Dilihat dari ketentuan diatas tidak ada sama sekali yang menyebutkan orang perseorangan dapat menjadi perantara lo guys.

Mengenai sanksi untuk perantara yang tidak memenuhi syarat Pasal 8 PP No 9 Tahun 1961 mengatur bahwa perantara dapat dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah), barang siapa:

  1. menyelenggarakan, menganjurkan atau membantu menyelenggarakan pengumpulan uang atau barang dengan tidak mendapat izin lebih dahulu
  2. tidak memenuhi syarat-syarat dan perintah yang tercantum dalam keputusan pemberian izin;
  3. tidak mentaati ketentuan-ketentuan dalam pasal 7.

Dalam hal ini perantara tersebut dianggap telah melakukan tindak pidana pelanggaran serta uang atau barang yang diperoleh karena tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal ini disita dan dipergunakan sedapat mungkin untuk membiayai usaha-usaha kesejahteraan yang sejenis. Wuihh serem juga sanksinya ya guys, ehmm tapi dendanya kayaknya terlalu kecil deh harusnya sih untuk orang yang nakal-nakal menggunakan uang donasi lebih besarlah dendanya walauapun di alam sana nanti pasti dapat hukumannya juga sih.

Adanya ketidaktahuan masyarakat mengenai siapa saja yang boleh menjadi perantara dalam megumpulkan uang atau barang. Menimbulkan adanya peluang penipuan atau penggelapan yang dilakukan perantara dengan cara memanfaatkan dan menggunakan uang donasi untuk kepentingannya sendiri. karena kita sudah mengetahui siapa saja yang berhak menjadi perantara dalam mengumpulkan sumbangan. Marilah mulai sekarang kita membiasakan diri berdonasi yang bijak melalui perantara yang resmi dan berizin untuk mencegah terjadinya penipuan atau penggelapan. Tingkatkan kepedulian untuk fakir miskin, dan jangan lupa tingkatkan kewaspadaan untuk mencegah kejahatan ya guys.

 

 

 

 

 

 

 


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
CalonSH
Calonsh.com as the biggest Indonesian law students' online forum in Indonesia is ready to give high dedication and contribution to the country in developing of law issues. Through simple and creative content but the ones which are educational and knowledgeable, we share accurate education, information, news and solution of law.

Comments 0

Mari Berdonasi Yang Bijak Melalui Perantara Yang Resmi Dan Berizin

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles