Movie Review – Colonia


Detail Film:

Sutradara: Florian Gallenberger

Pemain: Emma Watson, Daniel Brühl, Michael Nyqvist

Genre Film: Drama Historis / Thriller

Durasi: 110 Menit

 

Film yang disutradarai oleh pemenang Oscar, Florian Gallenberger ini merupakan sebuah kisah cinta yang lumayan mencekam, yang dibuat dengan latar kudeta tahun 1973 di Chile. Film ini menceritakan pula sebuah kisah nyata tentang sebuah kultus yang bernama “Colonia Dignidad”, dimana ratusan orang dikultuskan pada ideologi yang menyebabkan kerusakan pada internal penganutnya. Pemimpin terpanjang Colonia Dignidad yang terpanjang, Schäfer, adalah seorang buronan, dituduh melakukan pelecehan anak di Jerman Barat. Organisasi yang dipimpinnya di Chile digambarkan, secara bergantian, sebagai pemujaan atau sebagai kelompok “eksentrik yang tidak berbahaya”. Organisasi itu tertutup, dan Colonia dikelilingi oleh pagar kawat berduri, dan menampilkan menara pengawas dan lampu sorot, dan kemudian dilaporkan mengandung tembolok senjata rahasia. Dalam beberapa dekade terakhir, penyelidikan eksternal, termasuk upaya pemerintah Chile, menemukan sejarah aktivitas kriminal termasuk pelecehan seksual terhadap anak-anak. Selain itu, temuan tersebut mencakup bahwa pendapatan colonia dignidad adalah terkait penjualan senjata gelap kepolisian Chile dan pencucian uang.

 

Film ini menceritakan tentang Daniel (Bruhl) dan Lena (Watson)  pasangan muda Jerman, yang terjerat dalam kudeta militer Chili pada saat pendukung Presiden terguling Salvador Allende “dibulatkan” oleh militer di bawah Jenderal Augusto Pinochet. Ketika Daniel diculik oleh polisi rahasia Pinochet (DINA) Lena mencoba mencari dan menyelamatkan kekasihnya. Dia melacaknya ke sebuah organisasi tertutup yang disebut “Colonia Dignidad”, yang menampilkan dirinya sebagai misi amal yang dijalankan oleh seorang Pastur. Paul Schäfer. Lena bergabung dengan organisasi tersebut untuk menyelamatkan pacarnya, hanya untuk mengetahui bahwa yang ia masuki adalah sebuah kultus. Dia pun  menemukan organisasi tersebut juga merupakan pusat operasi ilegal untuk DINA. Yang menarik dari film ini adalah, film ini sarat akan unsur hukum dan intrik politik, khususnya Hukum Hak Asasi Manusia. Paul Schäfer, pemimpin dari kultus ini telah melanggar banyak sekali hak asasi manusia yang telah diatur di dalam Universal Declaration of Human Rights yang dikeluarkan UN pada tahun 1948. Hal ini terdiri dari perbudakan, pelecehan seksual terhadap anak – anak , Penyiksaan, indoktrinasi, pemisahan anak dan keluarganya hingga memisahkan tempat hidup laki laki dan perempuan di kultus tersebut, yang berarti membatasi interaksi sosial penduduk yang hidup di colonia dignidad. Namun, tempat itu tidak ditutup pada masanya oleh pemerintah Chile karena Paul bekerja sama dengan Jenderal Augusto Pinochet sebagai tempat penyiksaan para pembangkang. Hal ini merupakan sejarah kelam dalam sejarah Chile.

Apakah Lena dan Daniel  berhasil melarikan diri dari Colonia Dignidad? Temukan jawabannya di film ini!


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
CalonSH
Calonsh.com as the biggest Indonesian law students' online forum in Indonesia is ready to give high dedication and contribution to the country in developing of law issues. Through simple and creative content but the ones which are educational and knowledgeable, we share accurate education, information, news and solution of law.

Comments 0

Movie Review – Colonia

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles