loading...

3 September 2017
Awas Jangan Parkir Sembarangan!!
Awas Jangan Parkir Sembarangan!!

Parkir sembarangan merupakan salah satu hal yang sering kita jumpai dimana-mana. Ada yang parkir kendaraan di depan rumah, sampai parkir di badan jalan. Kebayangkan gimana macetnya saat kalian melewati jalan akibat parkir sembarangan? WOW banget.

Membahas tentang parkir sembarangan, tentunya sudah ada dasar hukum yang mengatur tentang berparkir. Dalam UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang dimaksud dengan parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya. Kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan menyebabkan terganggunya fungsi jalan..

Dalam Pasal 287 ayat (3) UU a quo dijelaskan bahwa, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dijalan yang melanggar aturan gerakan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf e dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000,00 (dua ratus lima pluh ribu rupiah).”

Sebenarnya badan jalan memang bisa digunakkan untuk parkir jika dalam keadaan darurat, tetapi ada aturannya juga ya guys! Dalam Pasal 121 UU a quo dijelaskan Apabila pengemudi memarkirkan kendaraan di badan jalan dalam keadaan darurat yang disebabkan oleh mogok, kecelakaan lalu lintas, dan mengganti ban, setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya saat parkir. Kalo kalian ga taat peraturan, ada sanksinya lho! Dalam Pasal 298 UU a quo dijelaskan bahwa: “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat dijalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (bulan) atau denda paling banyak Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Selain itu, dalam pelaksanaan pengawasan parkir dengan penegakkan hukum yang tegas dapat membuat efek jera bagi para pelanggar terhadap larangan parkir. Beberapa cara yang biasa dilakukan terhadap pelanggaran parkir khususnya pelanggaran parkir dipinggir jalan adalah sebagai berikut:

  • Tilang. Tilang merupakan cara yang paling umum dilakukan terhadap pelanggaran parkir dipinggir jalan. Formulir tilang merupakan perlengkapan standar petugas Polisi Lalu Lintas yang sedang patroli, dan kalau petugas yang bersangkutan menemukan pelangaran parkir, langsung menerbitkan tilang kepada pelanggar. Apabila pelanggar menginginkan barang sitaannya kembali (seperti SIM, STNK), maka pelanggar harus menghadiri sidang  pada waktu yang ditentukan di Pengadilan Negeri dan membayar denda yang ditentukan. Setelah itu surat-surat yang disita oleh polisi dapat diambil diloket yang tersedia.
  • Derek. Cara yang lain yang juga bisa dilakukan, terutama bila pengemudi meninggalkan kendaraan adalah melakukan penderekan kendaraan yang melakukan pelanggaran parkir. Pengemudi selanjutnya mengambil ke pool tempat kendaraan yang diderek dikumpulkan serta mendapatkan surat Tilang.
  • Gembok roda, Gembok roda adalah perangkat untuk menghambat kendaraan yang melanggar aturan larangan parkir dijalankan dengan mengembok salah satu roda sehingga kendaraan yang melanggar terkunci. Untuk membuka gembok roda, pelanggar harus melaporkan keinstansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk membuka kunci setelah membayar denda atas pelanggaran yang dilakukannya.

Kalian udah tau kan guys sanksi-sanksi akibat dari parkir sembarangan. Mulai dari sekarang, yuk lebih taat hukum!


Dasar Hukum:

  • UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Posted in News Issue
Write a comment