TODUNG MULYA LUBIS : Dari ujung sumatera hingga top lawyer Indonesia.


Bukan rahasia umum lagi jika orang batak terkenal dengan anggapan untuk selalu menjadi
pengacara setidaknya bergelut di dunia hukum, tidak terkecuali dengan pria berdarah batak
ini. Lahir di Tapanuli Selatan pada tanggal 4 Juli 1949 atau tepatnya telah genap berusia 68
tahun menjadikannya salah satu lawyer senior di Indonesia. Mengenyam pendidikan dasar di
Jambi dan melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di Pekan baru membuat
Todung—panggilannya—sudah terbiasa berpindah-pindah tempat tinggal. Selepas
mengenyam pendidikan menengah atas di Medan membuatnya sadar bahwa ia tertarik
dengan dunia hukum, akhirnya dari Medan ia bertolak menuju Jakarta, tepatnya kampus
dengan almamater kuning, Universitas Indonesia sebagai tempatnya menimba ilmu.
Bukan orang batak namanya jika tidak vokal, hal itu juga yang mungkin dipercayai Todung
selama mengenyam pendidikan tingginya. Menjadi aktivis di kampus dimulai saat ia
menentang pembangunan Taman Mini, menurutnya peningkatan taraf hidup guru dan
pelayanan publik memiliki urgensi yang lebih daripada membangun taman yang tidak
memiliki pengaruh terhadap perkembangan negara.
Sebelum menyelesaikan kuliahnya, Todung mencoba peruntungan baru dengan magang di
LBH Jakarta pada tahun 1974 dengan jabatan terakhirnya adalah Direktur Non Litigasi.
Todung kemudian mendirikan divisi hak-hak asasi manusia di LBH. Tahun 1979 untuk
pertama kali, LBH menerbitkan laporan tentang keadaan hak-hak asasi manusia di Indonesia,
yang menjadi asal-mula laporan serupa yang diterbitkan secara rutin sampai sekarang.
Setelah lulus dari Universitas Indonesia, Todung sempat melanjutkan studi tentang hukum ke
Law School, University of California, Berkeley, USA dan Harvard Law School, Cambridge,
Massachusetts, USA.
Meyudahi pendidikannya, Todung membangun firma hukum The Law Office of Mulya Lubis
and Parters atau sekarang lebih dikenal dengan Lubis Santosa and Maulana Law Offices,
singkatnya Todung lebih sering berkonsentrasi pada bidang penyelesaian kasus
korporasi. Todung pernah tercantum dalam Pengacara Bisnis sebagai pengacara terkemuka
dalam penyelesaian sengketa di Indonesia (The International Who’s Who of Business
Lawyers as a leading lawyer in dispute resolution in Indonesia). The Asia Pacific Legal, edisi

500 – 2006/2007 juga memilih Todung Mulya Lubis sebagai individu terkemuka yang
berpengaruh besar dalam praktek penyelesaian sengketa di Indonesia.
Berasal dari kota kecil di sumatera tidak serta merta membuat Todung merasa ia kecil,
banyak negara telah mengakui keberadaan pria yang berzodiak cancer ini. Berkeley dan
Harvard sudah dijajakinya menandakan siapapun dapat berusaha meskipun bukan dari siapa-
siapa. Terakhir Todung dikabarkan menjadi salah satu anggota tim pengacara Ahok, hal ini
dikarenakan Todung salah satu aktivis HAM maupun anti korupsi di Indonesia. Jika Todung
yang bukan siapa-siapa menjadi salah satu top lawyer Indonesia sekarang, mengapa kita tidak
?


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 0

TODUNG MULYA LUBIS : Dari ujung sumatera hingga top lawyer Indonesia.

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles