Mengenal E-Tilang


Dalam perkembangannya, sistem tilang harus semakin dinamis untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sehari-hari yang semakin berkembang. Salah satu masalah tersebut adalah minimnya kesadaran tertib lalu lintas oleh masyarakat. Minimnya kesadaran tertib lalu lintas menjadi faktor harus ditegakkannya hukum acara pidana demi tertib lalu lintas. Dalam menertibkan lalu lintas, hukum acara pidana yang dipakai adalah hukum acara cepat, yaitu hanya menggunakan satu orang hakim sidang dan memakai satu alat bukti. Bukti pelanggaran tunggal ini biasa kita ketahui dengan nama tilang (bukTI peLANGgaran). Tilang ini adalah denda yang dikenakan oleh Polisi kepada pengguna jalan yang melanggar peraturan. Hukum acara tertib lalu lintas sendiri diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009.

Razia tilang yang dilakukan dalam rangka menertibkan masyarakat justru menjadi lahan subur suap yang dilakukan oleh penegak hukum. Sering kita dengar, baik berita maupun pembicaraan mulut ke mulut bahwa dana yang didapat polisi dalam razia tilang tersebut dikantongi oleh oknum-oknum yang tidak seharusnya memiliki dana denda tersebut.

Untuk menghindari hal tersebut terulang, maka pihak aparat menginisiasi “e-tilang”. Denganadanya e-tilang, proses penilangan yang dulunya harus dicatat secara manual di atas secarik kertas blanko atau surat tilang menjadi tidak berlaku lagi. Pengendara yang melanggar akan dicatat langsung melalui aplikasi yang sudah dipunyai oleh kepolisian. “Pengendara dalam waktu singkat akan mendapat notifikasi berupa kode yang isinya persis seperti surat tilang, disertai kode untuk melakukan pembayaran denda. E-tilang memberikan suatu kesempatan kepada pelanggar untuk menitipkan denda langsung ke bank dengan fasilitas yang dia miliki,mungkin dengan e-banking, ATM, atau datang sendiri ke teller,” tutur Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto. E-Tilang sendiri sudah mulai berlaku di beberapa wilayah Indonesia saat ini namun pemberlakuan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan mulai 2019.

E-Tilang dipercaya mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dalam metode tilang yang konvensional, untuk menghindari sidang pengadilan, biasanya pelanggar lalu lintas melakukan suap kepada polisi ditempat mereka ditilang. Walaupun suap-menyuap dilakukan oleh dua pihak, namun masyarakat sering berdalih bahwa kejadian ini akibat bobroknya instansi pemerintah, khususnya kepolisian. Berbeda dengan E-Tilang,dengan sistem pembayaran denda melalui bank, maka akan mengurangi beralihnya dana ke pihak yang tidak semestinya. Selain langsung masuk ke kas negara, uang dari denda ini tentu saja bisa membantu mendanai program pemerintah dalam hal pembangunan infrakstruktur seperti yang digalakkan pemerintah saat ini. Artinya, dana dari pelanggar digunakan untuk kepentingan bersama dan bukan lagi untuk oknum tertentu.

Akan tetapi, E-Tilang memiliki beberapa kelemahan. Menurut Prof Hibnu Nugroho, e-tilang tidak efektif bagi pelanggar-pelanggar yang :

  1. Memiliki kendaraan beralamat/berasal dari luar daerah tempat pelanggaran terjadi
  2. Memiliki kendaraan memiliki plat nomor palsu
  3. Kendaraan sudah dijual namun belum diganti nama

Dari ketiga kriteria tersebut, kepolisian tentunya harus memutar otak untuk bisa mengatasi  kelemahan-kelemahan diatas agar tidak terjadi salah tilang. Oleh Sebab itu haruslah diciptakan hukum untuk menyelesaikan masalah apabila terjadi kriteria pelanggaran- pelanggaran diatas sehingga E-Tilang yang digadang-gadang sebagai sistem baru yang menjawab persoalan pelanggaran lalu lintas, suap aparat kepolisian, dan pembantuan penambahan khas negara benar-benar efektif dilaksanakan.


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
1
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 0

Mengenal E-Tilang

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles