KENAPA KITA HARUS TAAT HUKUM ?


Ilustrasi Digital Panopticon | deviantart.com

Beberapa saat lalu, penulis menonton sebuah iklan yang sangat menarik sekaligus lucu. Seorang pengendara mobil ingin melanggar rambu lalu lintas di jalan yang sepi. Pengendara ini melihat kanan kiri dahulu , dan karena ia melihat tidak ada polisi maka ia pun melanggar rambu tersebut. Tiba-tiba dari balik dedaunan muncul seorang polisi sambil berkata, “hayo ketahuan”.

Pengendara itu terkejut dan polisi kemudian bertanya,

“bapak lihat rambu itu?”

Pengendara itu menjawab, “lihat pak…”

“Lantas kenapa masih dilanggar?” tanya si polisi.

“Karena… saya ga lihat bapak” jawab si pengendara malu.

Meme seorang ibu-ibu mengelak ketika ditilang | www.youtube.com
Pola Pikir “Panopticon”

Harus diakui, saat ini tingkat kesadaran hukum orang Indonesia masih sangatlah rendah. Laksana kasus di atas, banyak sekali Individu yang lebih memilih cara-cara yang mudah sekalipun cara tersebut melanggar peraturan yang berlaku. Ketika ada aparat penegak hukum, barulah orang-orang mau mematuhi aturan. Dapat disimpulkan, masih banyak orang yang bukan patuh kepada aturan karena kesadarannya sendiri, namun takut terhadap aparat penegak hukum serta sanksi yang dapat mereka berikan. Apakah anda salah satunya ?

Ilustrasi Jeremy Bentham |fineartamerica.com

Pola pikir seperti ini sebenarnya sudah lama menjadi kajian para jurist (para ahli hukum). Jeremy Bentham adalah salah satu jurist yang memperhatikan pola pikir seperti ini. Dalam tulisannya, ia mencetuskan konsep Panopticon, yakni sebuah penjara dimana setiap tahanan yang ada didalamnya dapat diawasi oleh satu penjaga saja. Namun, para tahanan tidak dapat melihat penjaga tesebut. Akibatnya, para tahanan akan selalu was-was dan tidak mau berbuat macam-macam karena merasa dirinya selalu diawasi oleh penjaga tersebut.

Konsep Panopticon didasarkan pada prinsip yang sama dengan iklan di atas. Andaikata si pengemudi mobil mengetahui ada polisi disitu, maka ia tidak akan berani melanggar rambu lalu lintas. Bisa juga saya analogikan pula dengan contoh yang lebih gampang, misalnya perilaku anda sendiri. Apakah anda berani telanjang dengan tidak memakai apa-apa di dalam kamar anda saat anda sendiri? Tentu anda berani. Nah, beranikah anda telanjang di jalanan depan rumah ada, di mana ada banyak orang lewat di depannya?

Ilustrasi Panopticon Bentham | catalystgallery.com

Konsep Panopticon didasarkan pada prinsip yang sama dengan iklan di atas. Andaikata si pengemudi mobil mengetahui ada polisi disitu, maka ia tidak akan berani melanggar rambu lalu lintas. Bisa juga saya analogikan pula dengan contoh yang lebih gampang, misalnya perilaku anda sendiri. Apakah anda berani telanjang dengan tidak memakai apa-apa di dalam kamar anda saat anda sendiri? Tentu anda berani. Nah, beranikah anda telanjang di jalanan depan rumah ada, di mana ada banyak orang lewat di depannya ?

Siapa yang mengawasi kita?

 

Ilustrasi Age of Digital World – nyunews.com

Kalau anda lihat gambar tulisan ini ataupun gambar di atas, penulis yakin jika anda mengerti bahwa saat ini adalah era globalisasi. Dengan mudah semua informasi dapat didapatkan, baik itu melalui televisi ataupun smartphone. Saat ini, tindakan siapapun dapat dengan mudah diketahui orang lain, baik hal itu diketahui disadari oleh pihak terkait ataupun tidak. Konsekuensinya, saat ini bukanlah aparat penegak hukum saja yang seharusnya menjadi concern oleh mereka yang melakukan pelanggaran hukum, namun justru seluruh masyarakat Indonesia dan bahkan dunia.

Lantas, kenapa? 

Marilah kita mengingat kembali hakikat masyarakat. Jean Jacques Rousseau menuliskan, masyarakat terbentuk dari sekumpulan individu yang mengingkatkan dirinya pada kontrak sosial (Du Social Contract). Kontrak sosial ini terwujudkan dalam bentuk aturan-aturan yang kita kenal sebagai hukum. Hukum ini mengikat dan berlaku bagi individu yang berada ddalam masyarakat. Apabila ada individu yang melanggar kontrak sosial ini, sudah pasti ada  sanksi yang akan diberikan kepada orang tersebut oleh aparat penegak hukum yang  berwenang.

Pertanyaannya: Apa yang akan terjadi apabila ada individu yang melanggar hukum dan ia  disaksikan orang banyak, namun tidak dikenai sanksi karena tidak ada aparat penegak  hukum saat itu?

 

Jawabannya, jelas! Mereka yang melihat itu akan ikut ikutan melanggar hukum karena  berpikir, bahwa mereka tidak akan terkena sanksi juga. Alhasil, timbul efek berantai. Semua  orang memiliki paradigma, kalau orang lain boleh kenapa saya tidak boleh ?

Hidupkan Budaya Taat Hukum 

 

Ilustrasi Penyebrang Jalan di Jepang-en.rocketnews24.com

Saya mendapat cerita dari teman saya yang berada di Jepang. Suatu ketika, ia ingin menyeberang jalan bersama teman nya yang adalah orang Jepang. Saat itu, lampu penyeberangan masih merah. Namun, jalanannya sangat sepi dan tidak ada mobil satupun. Ia  kemudian hendak langsung menyebrang, namun dihentikan temannya yang orangJepang.

“Apa yang kamu lakukan? Lampunya masih merah” kata temannya.

“Tapi tidak ada mobil dan tidak ada polisi” kata teman saya. Temannya yang orang Jepang

kemudian geleng-geleng kepala.

“Bisa saja ada anak kecil yang melihat perbuatan kita yang salah, dan akhirnya ia mengikuti perbuatan kita” jawab temannya yang orang Jepang.

Saat ini, kesadaran hukum di Indonesia sangatlah rendah karena sejak kecil kita sudah sering melihat pelanggaran hukum kecil yang dianggap menjadi hal yang biasa. Akibatnya ketika dewasa, sangat mudah orang-orang kita melakukan pelanggaran hukum dari yang kecil sampai besar, karena menganggap hal itu sebagai hal yang biasa.

Jika kita ingin supaya hukum itu memberikan manfaat bagi masyarakat kita, marilah kita  mulai menghidupkan budaya taat hukum mulai dari pribadi kita sendiri dan kemudian orang-orang disekitar kita hingga akhirnya memberi efek berantai bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa

What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
1
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 0

KENAPA KITA HARUS TAAT HUKUM ?

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles