LEGITIMASI STATUS PALESTINA SEBAGAI SEBUAH NEGARA BERDAULAT PASCA PIDATO TRUMP ATAS YERUSALEM


Man waving a Palestinian flag | www.123countries.com

Pidato kontroversional pada hari Rabu tanggal 6 Desember 2017 waktu Amerika Serikat atau Kamis 7 Desember 2017 waktu Indonesia[1] yang dilakukan oleh Donald Trump telah menarik atensi publik. Pengakuan atas Yerusalem sebagai Ibukota negara Israel tentu tidak sesederhana sebagaimana terlihatnya, melainkan menimbulkan kecaman dan berbagai isu lain di dalamnya. Atas dasar pengakuan itu, Trump sebagai Presiden Amerika mendapatkan banyak kecaman dari berbagai negara di penjuru dunia seperti negara-negara Uni Eropa, Rusia, Indonesia dan banyak negara-negara lainnya.[2] Hal ini dikarenakan pengakuan Yerusalem berkaitan erat dengan legitimasi Palestina sebagai sebuah negara dan perjanjian damai yang dilakukan oleh Israel dengan Palestina. Kendatipun demikian pidato Trump dapat semakin melemahkan status Palestina sebagai suatu negara. Memang hal ini berkaitan erat dengan hal bersifat politis, tetapi berdasarkan aspek hukum harus dilihat mengenai kedudukan Palestina sebagai suatu negara, Berikut adalah kajian yuridis terhadap Palestina sebagai suatu negara.

Syarat Sah Menjadi Suatu Negara

Negara merupakan subyek hukum utama di dalam lembaga hukum internasional. Agar dapat dikategorikan suatu negara, mereka harus dapat memenuhi beberapa ketentuan yang menjadi syarat bagi berdirinya suatu negara yang diatur di dalam Pasal 1 Konvensi Montevideo 1933 tentang Hak dan Kewajiban Negara sebagai berikut:[3]

  1. Penduduk yang tetap;
  2. Teritorial yang jelas;
  3. Pemerintah; dan
  4. Kemampuan untuk melakukan hubungan dengan negara lain.

Pada kenyataannya, Palestina telah memiliki penduduk yang tetap, pemerintah yang diakui dan juga kapasitas dalam menjalin hubungan dengan negara lain. Hal ini telah terbukti bahwa Palestina dapat diakui oleh lebih dari setengah negara yang tergabung menjadi anggota PBB serta bendera yang dikibarkan di United Nations (PBB).[4] Namun, yang menjadi kendala bagi Palestina untuk dapat berdiri sebagai suatu negara berdaulat adalah permasalahan teritorial yang jelas. Hal ini dikarenakan wilayah yang dimiliki oleh Palestina masih dalam konflik dengan Israel yang masing-masing mengklaim bahwa itu adalah wilayah mereka. Memang secara historis Palestina memiliki sejarah panjang untuk menempati wilayah tersebut namun demikian juga dengan Israel. Hanya saja pada saat ini, teritorial tersebut berada pada kendali Israel yang memiliki kekuatan lebih kuat. Upaya Israel dalam mempertahankannya juga sangat ekstrim sampai seringkali menggencarkan aksi-aksi militer terhadap rakyat Palestina.

Kendatipun demikian, syarat yang terpenting dalam hukum internasional adalah syarat keempat yakni kemampuan untuk melakukan hubungan-hubungan dengan negara lain.[5] Memang dalam hal ini, Palestina telah memperoleh pengakuan yang merupakan prasyarat secara de jure untuk berdirinya suatu negara.

Dampak Pidato Trump Atas Palestina

Tidak dapat dipungkiri Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara Adidaya memiliki pengaruh yang besar dalam setiap tindakannya. Salah satunya dengan pidato yang dilakukan oleh Presiden Trump yang memberikan pengakuan atas Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Tentu hal ini akan semakin melemahkan kedudukan dari Palestina dikarenakan wilayah Yerusalem Timur merupakan tempat tinggal bagi banyak warga Palestina, sehingga dengan diakuinya Yerusalem sebagai Ibukota Israel, maka secara tegas dan jelas bahwa Amerika Serikat mengakui bahwa Yerusalem secara keseluruhan merupakan wilayah kedaulatan Israel dan bukan Palestina. Bahkan Trump dikabarkan akan memindahkan kedutaan AS di Yerusalem untuk merealisasikan pengakuannya tersebut.

Hal ini memperlemah situasi wilayah teritorial Palestina, yang sebagaimana disebut dalam Pasal 1 Konvensi Montevideo 1933 sebagai salah satu syarat / de facto dari suatu negara. Pidato ini dianggap kontroversional dikarenakan AS seakan-akan bukan sebagai pihak yang netral melainkan telah menunjukkan keberpihakannya kepada Israel. Lebih lanjut, AS yang memiliki pengaruh besar memberikan pengakuannya kepada Israel untuk hak atas wilayah Yerusalem yang padahal senyatanya ada sebagian wilayah di Yerusalem yang merupakan wilayah tempat tinggal dari warga Palestina. Oleh karenanya, pidato Trump membuat kedudukan Palestina semakin lemah. Namun, melihat atensi negara-negara di dunia yang mengecam dan menyuarakan keberatannya terhadap pidato Trump tentu menjadi suatu pembuktian Palestina telah dianggap sebagai negara merdeka. Dalam konteks legitimasi Palestina, maka Palestina senyatanya telah diakui sebagai sebuah negara namun tetap harus dicari solusi bagi perseteruan antara Palestina dan Israel oleh negara-negara di dunia untuk turut membantu guna mencapai tujuan internasional yang termaktub di dalam Pasal 1 UN Charter 1945 yakni perdamaian dunia.[6] Negara-negara di dunia harus sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan ini, bukan membantu dikarenakan ada kepentingan yang terkandung di dalamnya. Mengingat bahwa setipa orang memiliki hak asasi yang harus dilindungi dan dijaga sebagai wujudnyata dari perdamaian dunia tentu termasuk bagi warga negara Palestina yang mengalami banyak kezoliman.  PBB beserta negara anggotanya harus segera mencari solusi agar tercapainya suatu kepastian hukum akan legalitas dari Palestina sebagai suatu negara.


REFERENSI

[1] http://www.bbc.com/news/world-middle-east-34398174

[2] J.G. Starke. Pengantar Hukum Internasional Edisi kesepuluh. Jakarta: Sinar Grafika. hal. 128.

[3] Artice 1 UN Charter 1945

[4] https://news.detik.com/internasional/3758317/ini-pidato-lengkap-trump-saat-mengakui-yerusalem-ibu-kota-israel diakses pada tanggal 12 Desember 2017 pukul 11:30 WIB

[5] http://www.bbc.com/indonesia/dunia-42318024, http://www.bbc.com/indonesia/dunia-42261446 diakses pada tanggal 12 Desember 2017 pukul 12:00

[6] Montevideo Convention 1933 on Right and Duties of States.


What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
1
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 0

LEGITIMASI STATUS PALESTINA SEBAGAI SEBUAH NEGARA BERDAULAT PASCA PIDATO TRUMP ATAS YERUSALEM

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles