TEMAN “KANTOR” TAPI NIKAH


Ilustrasi Work romance between two business people holding a heart | www.BBC.com

Berita gembira datang dari Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan permohonan dari 8 orang pegawai PT. PLN yang juga tergabung dalam Serikat Pekerja Pegawai PLN dengan membatalkan kalimat “kecuali yang telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama” yang sebelumnya dirumuskan dalam pasal 153 ayat (1) huruf (f) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.  Implikasi dari putusan tersebut tidak hanya kepada 8 orang saja tetapi kepada seluru tenaga kerja di Indonesia.

Kasus larangan kawin sekantor menjadi sebuah isu yang sempat booming di kalangan tenaga kerja dan akademisi. Hal ini dikarenakan dalam substansi Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan justru memungkinkan adanya pemutusan hubungan sepihak oleh owner kepada sang pekerja. Sudah banyak pihak yang diputus hubungan kerjanya sejak dirumuskannya aturan tersebut, salah satunya ialah pemutusan hubungan kerja terhadap Edy Supriyanto Saputro seorang pegawai BUMN yang berasal dari Palembang. Ia merasa tidak puas dengan tindakan tersebut maka diajukanlah perkara pengujian UUK. Dikutip dari nasional.tempo.com , Gugatan tersebut dilayangkan ke MK pada 13 Februari 2017 dan teregristrasi dalam  Registrasi Perkara No. 13/PUU-XV/2017 pada Selasa, 16 Mei 2017.

Ketika sidang berlangsung, Ketua Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat sempat melontarkan pertanyaan dengan membandingkan sistem larangan kawin sekantor di Indonesia dan Jepang. “Misalnya di Jepang, yang saya ketahui kayak begitu sehingga di sana malah suami-istri bekerja di satu perusahaan, mereka berprestasi dengan sebaik-baiknya, malah perusahaan itu dianggap sebagai perusahaannya sendiri, malah. Dia akhirnya juga diberi sharing saham dan sebagainya” sambung Arief dalam sidang Senin (15/05/2017).

Dikutip dari news.detik.com, Kuasa hukum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gustaf Evert Matulessy Agus Dwijanto, Myra H dan Adrinaldi kemudian memberikan argumentasinya dalam bahwa dengan “adanya ikatan keluarga ketika menjalankan tugas dan tanggungjawab maka akan terksesan sebuah subyektifitas yang tinggi sehingga tidak memberikan jaminan atas obyektifitas dunia kerja” Selasa (16/5/2017).

Singkat cerita, setelah dilaksanakannya pengujian konstitusionalitas pasal 153 ayat (1) huruf (f) UUK maka Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan dari para pemohon dengan memberikan kesempatan kepada setiap tenaga kerja di Indonesia untuk dapat melangsungkan perkawinan antara tenaga kerja dalam sebuah perusahaan.  Pembatalan “larangan kawin sekantor” tersebut diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi RI dalam Putusan Perkara No. 13/PUU/XV/2017. Salah satu alasan yang mendasari pembatalan putusan tersebut ialah Larangan melaksanakan kawin sekantor yang dirumuskan dalam pasal 153 ayat (1) huruf (f) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (selanjutnya disebut UUK) tersebut dipandang telah menyalahi pasal 27 ayat (2), 28B ayat (1) UUD 1945 juncto Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, pasal 28D ayat (2) dan pasal 28I ayat (2) yang secara implisit memberikan hak kepada setiap orang untuk melangsungkan perkawinan.

Berita gembira ini membuat banyak tenaga kerja Indonesia yang siap untuk mengawini teman sekantornya tanpa harus khwatir di PHK. Perkawinan merupakan sebuah ikatan lahir batin antara sepasang pria dan wanita sebagaimana dirumuskan dalam pasal 1 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Perkawinan juga merupakan wujud keseriusan dalam berhubungan dengan melanjutkannya ke jenjang lebih tinggi, memungkinkan seseorang untuk dapat melanjutkan keturunannya sebagai bagian dari hak konstitusional yang melekat pada setiap warga negara Indonesia sebagaimana yang diatur dalam undang-undang dasar.  Dengan dikeluarkannya putusan tersebut maka kita tidak perlu kwatir apabila ingin kawin dengan teman sekantor.


DASAR HUKUM

  1. UUD 1945
  2. Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 1 Tahun 1974

What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
1
WTF

Comments 0

TEMAN “KANTOR” TAPI NIKAH

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles