Biaya Uang Kuliah Perguruan Tinggi Negeri Rasa Swasta Ditinjau Dari Hukum Administrasi Negara


Related image
Ilustrasi Peserta Tes SBMPTN | www.okezone.com

Perguruan tinggi disebut-sebut sebagai ajang penggalian potensi terbesar bagi seorang calon intelektual. Harapan-harapan menjadi cerdas untuk memajukan sebuah bangsa atau minimal sebagai pra-syarat untuk memperoleh pekerjaan yang layak membuat banyaknya minat untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi. Namun tidak bisa dipungkiri, mahalnya harga untuk memperoleh ilmu tidak membuat masyarakat menjadi bisa mencicipi nikmatnya memiliki ilmu ala Mahasiswa. Namun walau sebenarnya harga untuk menjalan pendidikan tinggi ini cukup mahal, sebenarnya ada alternatif lain yaitu berkuliah pada perguruan tinggi Negeri.

Akhirnya, para calon mahasiswa yang mempunyai ekonomi dibawah menengah kebawah pun memilih Perguruan Tinggi Negeri sebagai alternatif menimba ilmu pengetahuan yang berkualitas. Sebab dengan biaya yang cukup murah dan kualitas yang cukup bagus ini membuat PTN berubah  menjadi Kampus-kampus yang diincar oleh para mahasiswa kalangan bawah, menengah, maupun atas.

Pada Tahun 2013 kemarin adalah momen dimana adanya perubahan terkait sistem pembayaran oleh mahasiswa kepada perguruan tinggi negeri, ditahun tersebut pertama kali tergantikannya system Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) menjadi sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT).

paying off student loans faster
Ilustrasi Biaya Studi Perguruan Tinggi | www.studentloanhero.com

Dengan berlakunya sistem Uang Kuliah Tunggal maka tidak aka nada lagi pungutan-pungutan yang akan dibebankan kepada mahasiswa selama studinya, sebab kebutuhan mahasiswa selama masa studi telah diakumulasiskan kedalam Uang Kuliah Tunggal oleh sebab itu tak ada alasan lain bagi mahasiswa untuk mengeluarkan biaya untuk proses pembelajaran langsung selama masa studi baik uang pungutan, maupun uang pangkal. Pihak kampus tak memiliki alasan untuk memungut biaya tambahan kepada mahasiswa.

Dengan beberapa hal yang menjadi keunggulan dari sistem ini sejak mulai diterapkan menjadikan semangat untuk tetap melanjutkan studi akan semakin terbuka, semua kalangan bisa terlibat aktif dalam masalah pengembangan dirinya. Hal ini pula yang membuat pertahunnya ratusan ribu mahasiswa berebut kursi-kursi Perguruan Tinggi Negeri yang terkenal mempunyai kualitas bagus dan harga terjangkau.

UANG KULIAH TUNGGAL MENJELMA TAK LAGI TUNGGAL

Pada tahun 2015 kementrian riset dan teknologi mengeluarkan sebuah permen yang memungkinkan uang kuliah tunggal tak lagi tunggal dengan pengadaan uang pangkal. Hal baru ini diatur dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 22 Tahun 2015 Tentang Biaya Kuliah Tunggal Dan Uang Kuliah Tunggal Pada Perguruan Tinggi Negeri Di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi yang menyatakan bahwa PTN dilarang memungut uang pangkal dan/atau pungutan lain selain UKT dari mahasiswa baru Program Sarjana dan Program Diploma. kecuali

a.mahasiswa asing;

b.mahasiswa kelas internasional;

c.mahasiswa yang melalui jalur kerja sama; dan/atau

d.mahasiswa yang melalui seleksi jalur mandiri.

Artinya secara prosedural, kebijakan menarik uang pangkal sudah memiliki payung hukum dari Peraturan Menteri itu sendiri.

DITINJAU DARI ASAS PEMERINTAHAN UMUM YANG BAIK

Walaupun dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 22 Tahun 2015 telah dilegalkan sebuah pungutan uang pangkal kepada mahasiswa dengan kriteria tertentu, namun keputusan ini haruslah mempertimbangkan perlukah adanya uang pangkal pada Perguruan Tinggi Negeri dengan harga yang kini menyaingi harga swasta?

Apabila kebijakan ini menerapkan keputusan ini maka tidak sesuai dengas Asas Pemerintahan Umum Yang Baik yaitu asas akuntabilitas pada Pasal 3 UU No. 28 Tahun 1999.

Asas Akuntabilitas sendiri yaitu asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negera harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Indonesia kini sedang mengalami tahap sebagai negara berkembang. Apabila kita tarik rataan berapa pendapatan masyarakat menengah kebawah kita harus menengok Upah Minimum Kabupaten, dan dapat disimpulkan kemampuan ekonomi masyarakat menengah kebawah adalah berkisar antara kurang dari 4 juta perbulan. Sehingga apabila kebijakan ini diterapkan apalagi pada Perguruan Tinggi Negeri yang ada didaerah yang memiliki UMK yang rendah(berkisar 1 juta-an) akan sangat memberatkan putra daerah itu sendiri. Selain itu kebijakan menerapkan uang pangkal tidaklah proporsional apabila diterapkan pada mahasiswa reguler(bukan kelas Internasional) yang memiliki fasilitas standar. Sebab apabila mengintip dalam APBN yang diumumkan Kementrian Keuangan utu sendiri sendiri sudah dianggarkan 39,73 Triliun untuk tahun 2017 untuk Pendidikan Tinggi, sedangkan jumlah PTN di Indonesia sebanyak 122 Unit. Angka yang cukup fantastis untuk menjadikan dasar alasan, bahwa PTN harus menarik uang pangkal yang dibeberapa PTN di Indonesia angkanya mencapai puluhan juta. Kebijakan ini pun tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak adanya transparansi bahwa berapa biaya yang harus ditanggung dari luar anggaran negara yang akan dibebankan pada orang tua calon mahasiswa. Bisa dibayangkan dalam satu universitas terdapat puluhan ribuan mahasiswa apabila satu orang dikenakan biaya UKT yang cukup tinggi ataupun uang pangkal. Kemana dana itu dialokasikan ? [Writer : Widya Granawati | Editor : Isak]


DASAR HUKUM

  1. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesianomor 22 Tahun 2015
  2. UU No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara

What's Your Reaction?

Cry Cry
1
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
2
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 0

Biaya Uang Kuliah Perguruan Tinggi Negeri Rasa Swasta Ditinjau Dari Hukum Administrasi Negara

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles