MENGULAS SOSOK KANDER TURNIP, JOURNALIS HINGGA PAHLAWAN BELAKANG PANGGUNG

Manajer Liputan Tribun Bali “Kander Turnip” bersalaman dengan MENKOMINFO ketika menerima penghargaan untuk Tribun Bali

“Saya percaya, mereka yang cakap dalam pekerjaannya, akan berbicara dengan raja-raja, kita harus mampu membongkar ketidakbenaran dalam sebuah perubahan”

Kander Turnip atau yang akrab disapa “Kander” telah berkarir selama 18 tahun dalam dunia pers Indonesia. Ia Lahir pada 23 January di Bandung, kemudian meraih gelar sarjana di Universitas Padjadjaran, Bandung Jurusan Sastra Rusia. Pengalaman yang tidak singkat tersebut, membentuk karakternya menjadikannya sebagai seorang tokoh demokrasi nasional sekaligus pahlawan “belakang panggung”. 18 Tahun berkiprah sebagai seorang jurnalis, apa yang membuat ia memilih dunia jurnalistik? Ketika dilontarkan pertanyaan tersebut, ini tanggapannya “waktu kuliah saya pernah membaca buku bahwa orang yang mengusai komunikasi bisa mengusai dunia” Ujar Kander ketika dilakukan wawancara pada Minggu, (17/12/2017). Hal ini mengajarkan kita bahwa Memiliki prinsip hidup adalah kunci dari kesuksesan seseorang.

Karya-karya jurnalisnya memberikan dampak yang sangat besar dalam penentu arah kebijakan publik. salah satunya ialah ketika ia mengagalkan pembangunan Auto Mall di atas TPU di Bandung yang terdapat sekurang-kurangnya 1000 makam. Karyanya tersebut menjadi headline dalam salah satu surat kabar selama 5 hari berturut-turut sehingga  Pemerintah Kota membatalkan rencana pembangunan Auto Mall di kawasan TPU tersebut.

Kander Turnip sendiri memiliki segelintir pengalaman yang luar biasa, mulai dari pengalaman nasional maupun internasional. Lihat saja, ia terpilih dan diundang Thailand mewakili Indonesia untuk meliput Kota Huan Hin di Provinsi Prachuap Khri Khan, Thailand. Disamping itu, Pengalaman berikutnya ialah ketika diundang oleh Kedutaan Besar Australia dalam acara Indonesia Media Visit (IMV) 2017 di Australia dan kembali lagi menjadi salah satu dari 5 (lima) perwakilan Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut. Berkat kemampuan menulisnya yang telah mendunia, ia juga sering dijadikan sebagai pembicara dalam berbagai kegiatan pelatihan jurnalistik di tingkat regional maupun tingkat nasional.

Ia juga pernah melakukan wawancara dengan Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa “Gus Dur”, Presiden RI ke-4 pada acara Wisudah STPDN, wawancara ekslusif dengan Miss Univers dari Rusia, Wawancara ekslusif dengan Isteri Pelaku Bom Bunuh Diri “Salik Firdaus, pelaku bom bunuh diri, Wawancara bersama pelaku kejahatan hingga pembunuhan dan pembakaran manusia ketika ia ditugaskan di Kantor Kepolisian Bandung.

Kander adalah sosok yang humbel, hal tersebut membuat ia mudah untuk membaur dalam setiap lingkungan yang diliputnya. Lantas, apa pengalamannya yang paling menarik? Jawabannya “saya pernah meliput kerusuhan di Banjaran, ketika suasana sementara rusuh, saya malah berbagi buah rambutan dengan pelaku pembakar rumah lalu kita cerita-cerita, saya ingat di tangannya masih ada minyak balon yang berisi minyak tanah”, Penulis kemudian tertarik untuk bertanya kembali “loh, bapak gatakut kalau tiba-tiba diserang sama dia?”, dengan tenang ia menjawab “saya pakai rompi anti senjata tajam waktu itu, jadi saya berani, saya juga udah kasih rambutan ke dia, jadi tidak mungkin saya diserang”.

Pengalaman horor? “saya sempat didatangi oleh seorang isteri yang dibakar oleh suaminya sendiri dalam mimpi, karena saya membawa fotonya, ia lalu meminta agar foto tersebut dikembalikan ke Ibunya”. Kander Turnip menjadi seorang tokoh inspiratif di negara demokrasi Indonesia. Memanfaatkan “demokrasi” dengan sebaik mungkin dan berusaha untuk memperbaiki ketidakbenaran dari sebuah perubahan. Kita mengetahui bahwa secara konstitusional, kita memiliki hak untuk mengemukakan pendapat secara lisan maupun tertulis sebagaimana diatur dalam pasal 28 UUD juncto Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Namun konsep demokrasi tersebut harus mampu untuk dikelola dengan baik, kita harus mampu memasukan unsur pertimbangan moral dalam menyampaikan pendapat, sikap dan tingkah laku. Teladan dari Kander Turnip, membangun negara tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah saja, namun kita juga dapat berkontribusi dalam mempengaruhi arah kebijakan publik.

Leave a Reply