loading...

23 January 2018
Kenali Bitcoin, Uang Digital Tapi Bukan E-Money
Kenali Bitcoin, Uang Digital Tapi Bukan E-Money
Ilustrasi Bitcoin | via www.cryptocrimson.com

“Bayar pakai bitcoin aja…”

“Sekarang transaksi virtual juga nggak masalah, kan ada bitcoin. Bayarnya bisa pakai itu”

Akhir-akhir ini rasanya seringkali kata ‘bitcoin’ terdengar di telinga kita. Mungkin kita sudah tidak asing dengan istilah ‘bitcoin’, namun tahukah kita definisi yang sebenarnya? Apakah itu berbentuk koin seperti uang logam? Atau seperti koin dalam aplikasi LINE?

Secara singkat dan sederhana, ‘bitcoin’ adalah mata uang virtual atau yang dikenal dalam istilah asing sebagai virtual currency. Karena sifatnya virtual, maka bitcoin adalah mata uang yang ada dalam dunia perangkat lunak alias dunia digital. Meski tergolong sebagai alat pembayaran, bitcoin tidak memiliki bentuk secara fisik seperti uang-uang pada umumnya. Penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran juga semakin banyak diminati lantaran prosesnya yang mudah dan semakin pesat berkembangnya perdagangan secara elektronik (e-commerce) dan financial technology.

Lantas bolehkah kita menggunakan bitcoin di Indonesia? Bagaimana pandangan Hukum Bisnis Indonesia terkait transaksi yang kita lakukan bila payment method-nya menggunakan bitcoin?

Terkait mata uang virtual atau virtual currency tersebut, Bank Indonesia telah menerbitkan sebuah Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran (selanjutnya disebut PBI Nomor 18/40/2016) yang melarang penggunaan mata uang virtual sebagai alat pembayaran.

Dalam Pasal 34 butir a) PBI Nomor 18/40/2016 disebutkan bahwa:

“Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran dilarang:

  1. melakukan pemrosesan transaksi pembayaran dengan menggunakan virtual currency;”

Masih dalam peraturan yang sama, pada bagian penjelasan, Bank Indonesia telah memberikan pengertian tentang apa-apa saja yang termasuk mata uang virtual, yaitu adalah  uang  digital yang   diterbitkan   oleh   pihak   selain   otoritas   moneter   yang diperoleh    dengan    cara mining, pembelian,    atau    transfer pemberian   (reward)   antara   lain   Bitcoin, BlackCoin, Dash, Dogecoin, Litecoin, Namecoin,  Nxt,  Peercoin,  Primecoin, Ripple, dan Ven. Tidak  termasuk dalam  pengertian virtual  currency adalah  uang elektronik.

Bank Indonesia juga telah menyatakan bahwa bitcoin dan berbagai mata uang virtual lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia. Hal ini jelas dinyatakan oleh Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Peter Jacobs, dalam Siaran Pers Pernyataan Bank Indonesia Terkait Bitcoin dan Virtual Currency Lainnya Nomor 16/6/DKom tertanggal 06-02-2014.

Kalau begitu, bitcoin ini sama seperti e-money, dong? Kan sama-sama dalam bentuk uang digital dan elektronik? Tentu tidak. Seperti pada penjelasan Pasal 34 PBI Nomor 18/40/2016 di atas, e-money atau uang elektronik bukan termasuk virtual currency. Perbedaan mendasar adalah bitcoin adalah sebuah jenis mata uang tersendiri. Sementara e-money menggunakan mata uang yang dipakai oleh bank atau lembaga keuangan yang resmi (bukan mata uang), e-money menggunakan mata uang seperti uang fisik yang kita gunakan sehari-hari, hanya saja dalam bentuk digital. Perbedaan penting lainnya adalah pada sistem kerja, bitcoin tidak menggunakan bank atau lembaga keuangan sebagai server, melainkan server dapat dijalankan oleh tiap pengguna. Hal ini dikarenakan tidak ada bank atau lembaga keuangan manapun yang memiliki otoritas untuk menerbitkan bitcoin ini. Jelas berbeda dengan e-money yang menggunakan bank atau perusahaan penerbitnya sebagai server.

Dalam Pasal 35 PBI Nomor 18/40/2016 dijelaskan sanksi yang dapat dikenakan kepada penyelenggara jasa sistem pembayaran bila melanggar ketentuan larangan virtual currency tersebut yaitu sanksi administratif berupa teguran, denda, penghentian    sementara    sebagian    atau    seluruh kegiatan jasa sistem pembayaran; dan/atau, pencabutan  izin  sebagai  Penyelenggara  Jasa  Sistem Pembayaran. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengenaan sanksi diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia.

Jadi, masih tertarik menggunakan bitcoin?

Posted in Bisnis dan Investasi
Write a comment