Harga Di Kasir dan di Display Rak Berbeda? Ini Solusinya

Ilustrasi deretan produk di sebuah supermarket | Via www.rcrwireless.com

Akhir-akhir ini warga internet disuguhkan sebuah video yang marak beredar, menampilkan seorang pria yang nampak marah terhadap kasir salah satu minimarket dikarenakan harga yang ditampilkan di display rak barang, berbeda ketika sudah tertulis dalam bentuk output di struk. Pria tersebut meminta konfirmasi dan pertanggungjawaban terhadap kasir tersebut atas perbedaan harga yang ada, namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

Kasus seperti ini sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Penulis pribadi bahkan tak sekali dua kali melainkan amat sering mengalami kejadian seperti ini. Ketika dikonfirmasi dan meminta kejelasan harga, pihak penjual biasanya berkilah bahwa ada error system dengan komputer atau harga di display rak belum sempat diperbaharui sehingga terdapat perbedaan.

Bila hal ini terjadi sekali dua kali mungkin dapat dimaklumi dan diterima alasannya, namun jika sudah berulang kali terjadi, wajar rasanya bila kita gemas juga. Bagaimana sebenarnya pengaturan hukum yang ada apabila hal ini terjadi kepada Anda ke depannya? Sebagai konsumen cerdas, Anda harus jeli dan ‘pintar’ mengatasi hal seperti ini.

Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa sejak tahun 2013, pemerintah telah mengeluarkan peraturan terkait pencantuman harga barang dan jasa, yaitu dalam bentuk Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 35/M-Dag/Per/7/2013 Tahun 2013 tentang Pencantuman Harga Barang Dan Tarif Jasa Yang Diperdagangkan (selanjutnya disebut Permendag 35/2013).

Peraturan ini dibuat untuk meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih dan menentukan barang atau jasa yang akan dibeli. Bahwa konsumen berhak mengetahui informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai harga barang/jasa yang diperdagangkan oleh pelaku usaha.

Pada Pasal 2 Permendag 35/2013 dinyatakan bahwa pelaku usaha yang memperdagangkan barang secara ecer atau jasa (kecuali pelaku usaha mikro) wajib mencantumkan harga yang jelas dan mudah dibaca kepada konsumen

Dan selanjutnya pada Pasal 7 ayat (2) Permendang 35/2013 ini diatur jika memang terdapat ketidaksesuaian antara harga barang yang ditampilkan di display rak dengan harga yang dikenakan pada saat pembayaran, maka konsumen berhak untuk membayar dengan harga atau tarif yang terendah.

Terlebih apabila harga yang dicantumkan di display rak lebih rendah ketimbang harga ketika dibayarkan di kasir. Dan harga murah tersebut tentu menarik minat Anda untuk membeli barang tersebut, namun ketika bertransaksi di kasir, harga yang harus dibayarkan justru lebih tinggi. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tepatnya Pasal 10 poin a, bahwasannya pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau mnyesatkan mengenai harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa.

Sudah jelas kan? Mungkin Anda perlu mengunduh Peraturan Menteri ini di ponsel dan menunjukkannya ke kasir ketika kejadian serupa terjadi kepada Anda.


Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
  2. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 35/M-Dag/Per/7/2013 Tahun 2013 tentang Pencantuman Harga Barang Dan Tarif Jasa Yang Diperdagangkan

Leave a Reply