AJUKAN GRASI,ABU BAKAR BA’ASYIR AKUI KESALAHAN?

Oleh : Rizky Mahendra

Editor : Isakh Benyamin Manubulu

Grasi adalah pengampunan berupa perubahan,peringanan,pengurangan,atau pelaksanaan pidana yang diberikan oleh presiden. Menurut beberapa orang mengajukan grasi berarti mengakui kesalahan yang telah dibuat.Mahfud MD ketika diwawancarai oleh Rakyat Merdeka tahun 2012 yang lalu,menyatakan bahwa mengajukan grasi berarti telah mengakui perbuatan bersalah.

Grasi sendiri sudah diatur dalam UU No.12 Tahun 2002 Tentang Grasi dan juga UU No.5 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 Tentang Grasi.Pada Pasal 1 Ayat (1) UU No.22 Tahun 2002 Tentang Grasi menyebutkan: “Grasi adalah pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden.”Pada pasal itu terdapat kata pengampunan yang berarti pemaafan atas suatu kesalahan.

Hal pemberian grasi ini kembali menjadi perbincangan ketika kondisi kesehatan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir menurun dan menjadi sorotan.Publik menilai presiden harusnya memberikan grasi kepada Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dengan alasan kemanusiaan.Namun presiden tidak dapat memberikan grasi karena Ustaz Abu Bakar Ba’asyir tidak mengajukan grasi.Lantas apakah menurut undang-undang presiden memang tidak berhak memberi grasi tanpa adanya permohonan dari narapidana?. Hal ini sudah jelas diatur dalam Pasal 6 Ayat (1) UU No.22 Tahun 2002 Tentang Grasi yang berbunyi : “Permohonan grasi oleh terpidana atau kuasa hukumnya diajukan kepada Presiden.”Maka untuk memberikan grasi presiden harus menerima permohonan dari terpidana atau kuasa hukumnya seperti yang tertera pada Pasal 6 Ayat (1) UU No.22 Tahun 2002 Tentang Grasi.

Pengacara Ustaz Abu Bakar Ba’asyir,Guntur Romli Fattahillah mengatakan  Ustaz Abu Bakar Ba’asyir enggan menerima grasi karena harus mengakui kesalahan yang tidak dilakukannya,”Dalam pandangan Ustaz Abu Bakar mengajukan grasi sama saja Dia mengakui kesalahan dan meminta maaf,Beliau tidak pernah mau itu”.Selain itu,keengganan Ba’asyir tersebut juga dikarenakan Ba’asyir meyakini yang dilakukannya hanya menjalankan keyakinan dan agamanya serta mengajarkan tentang agama Islam.Meski begitu Guntur sendiri berharap bila pemerintah menjadikan Ba’asyir sebagai tahanan rumah.

Sumber Hukum:
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI

Refrensi:

Rudyat,Charlie,S.H.2013.KAMUS HUKUM(EDISI LENGKAP).Pustaka Mahardika.
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/01/pengacara-ustaz-baasyir-tidak-mau-grasi-kita-bingung-entah-siapa-yang-wacanakan
http://www.rmol.co/read/2012/02/18/55176/Mahfud-MD:-Kalau-Antasari-Ajukan-Grasi-Berarti-Mengakui-Bersalah-
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/02/sah-sah-saja-presiden-berikan-grasi-terhadap-baasyir?page=all

Leave a Reply